Porprov Prabumulih 2019

Emas Pertama Prabumulih di Porprov Sumsel 2019 Disumbangkan Dari Cabor Wushu

Emas pertama kota Prabumulih diraih dari Cabang Olahraga Wushu Putri yang dipersembahkan Olivia Marsella dari kelas seni (Taiji Quan)

Emas Pertama Prabumulih di Porprov Sumsel 2019 Disumbangkan Dari Cabor Wushu
Tribunsumsel.com/Edison
Emas pertama kota Prabumulih diraih dari Cabang Olahraga Wushu Putri yang dipersembahkan Olivia Marsella dari kelas seni (Taiji Quan) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Prabumulih baru mendapat emas pertama di Porprov Sumsel 2019.

Emas pertama kota Prabumulih diraih dari Cabang Olahraga Wushu Putri yang dipersembahkan Olivia Marsella dari kelas seni (Taiji Quan).

Sementara atlet cabor Wushu putra juga berhasil meraih medali Perak yakni atas nama Vincent Leonardo.

Perolehan medali emas pertama kota Prabumulih ini diserahkan langsung oleh Ketua KONI Kota Prabumulih HM Daud Rotasi SSos di lokasi pertandingan yakni di gedung serbaguna Islamic Center (IC), pada Minggu (17/11/2019) lalu.

Olivia Marsella mengungkap rasa syukur dan mengaku tak menyangka bisa mempersempahkan medali emas untuk kota tercinta Prabumulih.

"Saya sangat bersyukur sekali, benar-benar tak menyangka karena melihat atlet daerah lain hebat-hebat. Rasanya tidak bakal dapat emas tapi ternyata dapat," ungkap Olivia.

Ketua KONI Kota Prabumulih, HM Daud Rotasi SSos memberikan selamat dan mengungkapkan jika prestasi itu tidak terlepas dari hasil dari jerih payah atlet dan tim.

"Ini adalah hasil kerja keras mereka dan kita berharap cabang olahraga lain akan menyusul mempersembahkan medali emas," ujarnya.

Daud menuturkan, Pemerintah Kota Prabumulih dan Koni tentu akan memberikan reward kepada atlet yang menyumbangkan medali dan akan diserahkan sesegera mungkin.

"Tentu akan diberikan reward, untuk meraih medali emas akan diberi Rp 10 juta, perak Rp 5 juta dan perunggu Rp 2,5 juta," bebernya.

Sementara Sekertaris Umum Wushu Kota Prabumulih, Rohadi ketika dibincangi mengaku bangga atas medali emas atlet wushu tersebut.

"Kami bersyukur karena kami tidak pernah berjanji namun membuktikan dengan prestasi. Kami mengirim 8 nomor pertandingan dan hanya 6 atlet yang bisa bertanding karena dua atlet didiskualifikasi alat yang digunakan tidak standar," ungkapnya

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved