Caleg Kader Gerindra Ini Akan Surati Prabowo Subianto, Ini Alasannya

Merasa dirinya mendapat perlakuan tidak adil atau dizolimi, mantan calon anggota DPRD Sumsel dapil VIII (Lubuk Linggau, Mura dan Muratara)

Caleg Kader Gerindra Ini Akan Surati Prabowo Subianto, Ini Alasannya
IG Gerindra Sumut
Prabowo Subianto

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Merasa dirinya mendapat perlakuan tidak adil atau dizolimi, mantan calon anggota DPRD Sumsel dapil VIII (Lubuk Linggau, Mura dan Muratara) dari Gerindra, Solehan Ismail akan menyurati ketua umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Solehan sendiri mengaku jika, dirinya (nomor urut 1) yang seharusnya duduk di DPRD Sumsel massa bakti 2019-2024 dari Gerindra jika melihat hasil rekapitulasi C1 yang dilegalisir, namun nyatanya "disalip" pesaingnya sesama partai Burlian (nomor urut 2).

Apalagi putusan Mahkamah Partai atas Majelis Partai (MP) Gerindra menolak gugatannya.

"Keputusan Mahkamah Partai sangat menyakitkan dan sangat zolim terhadap saya, saya akan mengirim surat ke ketum Gerindra, dan kiranya bapak Prabowo bisa turun tangan untuk memverifikasi hasil sidang dewan kehormatan ini," kata Solehan dikediamannya, Rabu (6/11/2019).

Menurut Solehan, ia protes atas putusan yang tidak melihat fakta- fakta sebenarnya tersebut, apalagi selama sidang MP tidak dilakukan transparan dan langsung memutuskan hasilnya.

"Saya rasa ada kemungkinan, bukan saya saja yang jadi korban ketidak adilan ini. Saya selaku pendiri partai di Sumsel ingin memperjuangkan hak sebagai kader Gerindra, kalau dibiarkan Gerindra akan rusak, dan tidak boleh didiamkan," tandasnya.

Solehan yang merupakan anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 ini, merasa sudah dicurangi sejak rekap dilakukan KPU Kabupaten Mura dan Muratara, dimana suaranya berdasarkan hasil rekap tingkat KPU banyak menyusut, sementara rekannya Burlian yang merupakan suami dari Wabup Mura saat ini terus bertambah dibanding data C1.

"Jika berdasarkan hasil rekap C1 kita unggul 63 suara, namun saat rekap di KPU Sumsel kita kalah 15.563 suara. Dimana perbedaan data itu banyak terjadi di Kecamatan Rupit dan Karang Jaya Kabupaten Muratara, yang hal ini sudah disampaikan keberatan dan Bawaslu Sumsel sudah merekomendasikan ke KPU Sumsel untuk ditindaklanjuti," tandasnya.

Dengan keluarnya surat dari Majelis Partai pada 9 Oktober yang ditandatangani Ketua Majelis Kehormatan Mutanto Juwono dan
Sekretaris Anwar Ende dan baru diterimanya pada 1 November.

Ia akan membalasnya dengan menyurati langsung ke Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Disurat itu dinyatakan, berdasarkan fakta sidang tidak dibuktikan cukup, bahwa Burlian melakukan kecurangan. Padahal bawaslu sudah memberikan rekomdasi, di poin kedua Burlian dinyatakan etap unggul, padahal selama sidang saya tidak dihadirkan. Harapan saya ke Prabowo bisa mengembalikan hasil yang benar," capnya.

Terpisah ketua KPU Sumsel Kelly Mariana menyatakan, jika pihaknya sesuai regulasi yang ada di KPU telah melakukan tahapan- tahapan sesuai mekanisme yang ada.

Tapi saat itu Solehan mengajukan keberatan di tingkat provinsi, padahal saat ada perbedaan data dilakukan perbaikan segera.

"Seharusnya jika tahu dari tingkat bawah ia mengajukan itu, dan bisa kami tindaklanjuti di tingkat provinsi. Tapi ini tidak dilakukan, dan sulit menelusurinya lagi apalagi di bawah (PPK atau PPS), kami tidak berhak sesuai PKPU nomor 4 tahun 2019, rekapitulasi bisa dilaksanakan keberatan untuk bisa dibuka kotak satu bawah ditingkatnya. Kalau Mahkamah Partai itu kewenangan internal," pungkas Kelly.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved