Viral Sosok Nyai Dewi Tanggapi Lem Aibon 82 M, Singgung Anies Baswedan dengan Ahok
Polemik anggaran belanja Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk lem aibon mencapai Rp 82,8 Miliar jadi sorotan Nyai Dewi.
Ia juga menyoroti usulan pengadaan komponen-komponen ATK lain yang juga tak masuk akal.
Alat tulis kantor, kata Anies, merupakan tanggung jawab pribadi karena memang perlengkapan wajib siapa pun pegawai.
Anies tak habis pikir dengan obesitas anggaran belanja ATK yang ia soroti.
"Ini dahsyat, Bapak/Ibu. Penghapus Rp 31 miliar, coba. Ini kalkulator, memang tahun ini enggak punya kalkulator gitu, (sampai) kita mau belanja Rp 31 miliar (untuk) kalkulator?" ungkapnya.
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu mengaku sadar bahwa potensi anggaran irasional macam itu bisa lolos karena tidak disisir secara jeli.
Terkait hal itu, Anies pernah menyinggung soal E-Budgeting yang dibuat oleh gubernur sebelumnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menyaksikan pemberitaan tersebut, membuat Nyai Dewi gatal berkomentar.
Nyai Dewi merasa tak terima jika kesalahan tersesebut dilimpahkan kepada sistem e-budgeting yang dibuat oleh Ahok.
Dengan nada emosi Nyai Dewi pun menyebut jika Anies Baswedan adalah manusia yang munafik.
Bahasa yang digunakan oleh Nyai Dewi juga terbilang kurang sopan.
"Kau dari sebelum menjadi gubernur pun, yang selalu kau salahkan selalu pemimpin sebelumnya, pemimpin sebelumnya, kau kayaknya nggak pernah salah.
Udah benar belum, udah baik belum, udah kau tepati belum janji kau itu?" Kata Nyai Dewi dengan nada tinggi.
"Nyai tertawa lho ya mendengar ocehan si Anies, dia mengelak mengatakan bahwa itu adalah kesalahan sistem." Lanjut Nyai Dewi.
"Di sini Nyai mau membuka bahwa sebenarnya yang kesalahan sistem itu siapa." Lanjut Nyai lagi.
Lebih lanjut, Nyai Dewi membuka video pernyataan Anies Baswedan dalam sebuah wawancara TV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/anies-baswedan-1131-3.jpg)