Berita Muratara

Satu Sekolah dan Beberapa Rumah Dirobohkan Dampak Erosi di Bingin Teluk Muratara

Tebing sungai Rawas di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus erosi

Tayang:
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Rumah warga terancam ambles ke sungai di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Tebing sungai Rawas di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus erosi.

Sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai kini sudah pindah karena rumahnya dirobohkan sebelum terjadi ambles ke sungai.

Rumah milik Ris misalnya, saat ini tiang bagian depan rumahnya sudah menggantung di atas sungai dan terancam ambruk ke dalam sungai.

Rumah panggung terbuat dari kayu ini sedang dirobohkan, lantaran tanah tempat rumah tersebut berdiri sedikit demi sedikit mengalami abrasi.

Pemkab Lahat Akan Bagikan Bibit Ikan Kepada Warga untuk Penuhi Kebutuhan Ikan

"Iya, kami mau pindah, tidur tidak nyenyak lagi, takut sedang tidur, rumah ambruk," kata Ris, pemilik rumah kepada Tribunsumsel.com, Minggu (3/11/2019).

Ia mengungkapkan, rumahnya itu saat dibangun dahulu berada sangat jauh dari sungai, bahkan jaraknya dengan sungai lebih dari 50 meter.

Namun, seiring berjalannya waktu tebing sungai terus mengalami abrasi lantaran diterjang arus sungai, hingga menghilangkan beberapa rumah warga.

"Dulunya rumah saya ini jauh dari sungai, kemudian sedikit demi sedikit longsor, sampai dekat begini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Jauhari mengungkapkan, sudah beberapa rumah warga yang dirobohkan akibat abrasi tebing sungai tersebut.

"Memang dulu banyak rumah warga di sini, satu per satu dirobohkan, karena tebingnya terkikis terus," ujar Jauhari.

Mengenal Milli Umri, Polisi Khusus Lapas Narkotika Sabet Gelar Bujang Muratara 2019

Bahkan kata dia, akibat dari abrasi tebing sungai tersebut sudah satu sekolah dipindahkan karena tanah lahan sekolah 'dimakan' sungai.

"Iya, dulu di sini ada dua sekolah, SD 2 dan SD 4, sekarang tinggal SD 4, karena SD 2 sudah pindah, sudah hilang jadi sungai. Terus SD 4 ini juga sudah semakin dekat dengan sungai," ungkapnya.

Jauhari menambahkan, pemerintah daerah sudah berupaya untuk mengatasi terkikisnya tebing sungai tersebut.

"Waktu belum pemekaran, masih Kabupaten Musi Rawas, sudah dibangun bronjong, supaya arus sungai tidak menerjang tebing, tapi masih abrasi," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Muratara telah meninjau langsung kondisi tebing sungai yang semakin hari kian tergerus tersebut.

"Sudah sering tim dari kabupaten meninjau ke sini, tapi memang untuk mengatasi masalah ini butuh dana yang tidak sedikit, biayanya besar sekali ini," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved