Advertorial

Bintang Toedjoe Bersama Pemkot Prabumulih Resmikan Gerakan Menanam Jahe Merah

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Prabumulih, Hj Suryanti Ngesti Rahayu, dihadiri Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, Head of Marketing

Penulis: Edison | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM/ EDISON
PT Bintang Toedjoe Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kota Prabumulih dan Tim Penggerak PKK Kota Prabumulih meresmikan kegiatan Gerakan Menanam dan Kick Off Lomba Taman Herbal Bejo Jahe Merah, Senin (28/10/2019). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - PT Bintang Toedjoe Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kota Prabumulih dan Tim Penggerak PKK Kota Prabumulih meresmikan kegiatan Gerakan Menanam dan Kick Off Lomba Taman Herbal Bejo Jahe Merah, Senin (28/10/2019).

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Prabumulih, Hj Suryanti Ngesti Rahayu, dihadiri Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, Head of Marketing & PR PT Bintang Toedjoe, Sumarwoto, para kepala OPD, seluruh lurah dan kades, para Kelompok Wanita Tani (KWT) dan tamu undangan lainnya.

Head of Marketing & PR PT Bintang Toedjoe, Sumarwoto tujuan PT Bintang Toedjoe melakukan kerjasama adalah untuk memberi semangat kepada masyarakat khususnya ibu-ibu agar ingat dengan tanaman obat keluarga (Toga) khususnya jahe merah untuk ditnanam dan dibudidayakan.

Jahe Merah sendiri adalah salah satu produk andalan Bintang Toedjoe dan merupakan tanaman herbal memiliki berbagai khasiat serta memiliki harga ekonomis paling mahal.

"Di negara luar Jahe Merah merupakan andalan padahal mereka ekspor, kenapa di kita yang memiliki kontur tanah cocok tidak menanam dan mengembangkan padahal khasiat jahe merah sebagai tanaman herbal banyak dan paling mahal. Kita melihat ini jika dikembangkan akan menjadi keuntungan bagi ibu-ibu PKK supaya menjadi tambahan income bagi mereka," ujarnya.

Untuk menumbuhkan semangat masyarakat khususnya ibu-ibu menanam Jahe Merah, Sumarwoto menuturkan pihaknya melakukan lomba Tanaman Herbal Jahe Merah dengan harapan jahe merah akan ditanam di 37 Kelurahan dan Desa di kota Prabumulih.

"Tidak hanya itu, untuk lebih luasnya kami memberikan kepada petani berupa bibit jahe merah berstandar, pupuk organik, hormon penumbuh, polibek dan lainnya untuk 37 Kelurahan dan desa secara free," bebernya seraya mengatakan pihaknya memberikan fasilitas untuk 1 tahun.

Ditanya jika biasanya petani maupun warga biasanya berhenti menanam lantaran terkendala pemasaran, pihaknya tentu kedepan akan melakukan MoU lanjutan dengan pemerintah kota Prabumulih jika memang serius sehingga kedepannya akan ada qouta bisa dibeli pihak perusahaan.

"Tentu untuk pemasaran sangat mudah karena Jahe Merah mudah dipasarkan, kedepan mungkin nanti akan ada MoU susulan sehingga ada quota berapa ton kita tampung. Kami juga akan memberikan edukasi terkait tanaman, cara penanaman agar mendapatkan hasil sesuai standar kami," bebernya seraya mengapresiasi Walikota Prabumulih peduli masalah pertanian dan kesehatan masyarakat.

Ketua TP PKK Prabumulih, Hj Suryanti Ngesti Rahayu berharap melalui kegiatan itu akan meningkatkan kapasitas kelompok wanita tani (KWT) di tiap desa dan kelurahan agar dapat lebih trampil dalam budidaya tanaman toga di lahan pekarangan khususnya jahe merah.

"Melalui perlombaan ini harapan kami pembudidayaan tanaman toga khususnya jahe merah makin banyak di pekarangan rumah," harapnya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengapresiasi apa yang dilakukan PT Bintang Toedjoe dengan Gerakan Menanam dan Kick Off Lomba Taman Herbal Bejo Jahe Merah.

"Saya berkeinginan mensingkronkan atau menyatukan masalah kesehatan, ekonomi dan tanaman asli indonesia sehingga kedepan kota Prabumulih menjadi terdepan masalah untuk khususnya mengembalikan kejayaan obat-obat tradisonal menyehatkan dan juga peningkatan ekonomi masyarakat," harapnya.

Ridho mengaku, selama ini masyarakat selalu bergantung pada obat-obat luar, padahal sejak nenek moyang dahulu ada obat tradisional yang menjadi andalan masyarkat.

"Kita lebih percaya obat luar padahal obat herbal kita asli indonesia lebih bagus, untuk itu kita berharap seluruh masyarakat untuk terus menanam dan mengembangkan budidaya tanaman obat di pekarangan rumah sendiri," harapnya. (eds)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved