Cerita Penangkapan 4 Teroris Lampung, Densus 88 Dimarahi Pemilik Kosan Lantaran Tidak Buka Sepatu
Densus 88 berhasil menangkap 4 teroris di Lampung yang terlibat dengan ISIS.Proses penangkapan terjadi di sebuah indekos yang berada di Gang Waway
Disinggung jaringan atasnya, pimpinan Densus ini mengatakan bahwa SRF dibaiat melalui media sosial.
"Kiblatnya ke ISIS," ucapnya.
Soal barang bukti yang diamankan di rumah SRF, dia menuturkan, bahan peledak tersebut merupakan sisa dari barang bukti yang diamankan di Way Halim.
"Dia (SRF) yang merakit (bom), dan pekerjaannya sehari-hari membersihkan kaca di gedung," tandasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan penggeledahan di Gang Waway dan Gang Bintara II, Pelita, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung.
"Iya benar bahwa ada serangkaian penggeledahan rumah yang diduga sebagai pelaku tindak pidana terorisme. Yang mana pelaku ini berada di daerah wilayah hukum Polda Lampung," ungkapnya.
Pandra menuturkan, secara teknis hal tersebut kewenangan Mabes Polri dan Densus 88 Antiteror.
"Tim Densus melakukan penggeledahan dan penangkapan agar tidak terjadi aksi-aksi terorisme. Maka kami mengimbau masyarakat untuk melapor dan peduli. Jika ada yang mencurigakan, langsung laporkan kepada bhabinkamtibmas atau lapor ke 110," tandasnya.
Ibu Y Menangis
Rumahnya digeledah Tim Densus 88 Antiteror, seorang wanita menangis.
Wanita bernama Masnun (70) itu adalah ibunda Y, terduga teroris yang diamankan Densus.
Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah Y di Jalan Bintara II setelah sebelumnya menyambangi rumah SRF, Senin (21/10/2019).
Saat Densus melakukan penggeledahan, Masnun tampak kebingungan.
Wanita tua renta itu tak tahu apa yang dilakukan anak bungsunya sehingga ditangkap polisi.
Masnun mengatakan, selama ini ia tahunya Y bekerja membersihkan kaca gedung-gedung bertingkat.