Breaking News:

Kisah Mengerikan Monyet-monyet Jadi Percobaan di Laboratorium, Leher Teriak dan 'Teriak' Kesakitan

Para ilmuwan akan melakukan berbagai penelitian untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan juga menciptakan sesuatu yang nantinya akan bermanfaat

Editor: Moch Krisna
SERAMBINEWS.COM/Kolase Cruelty Free International via Mirror
Monyet berteriak kesakitan ketika dijadikan hewan uji dalam laboratorium Monyet berteriak kesakitan ketika dijadikan hewan uji dalam laboratorium 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Para ilmuwan akan melakukan berbagai penelitian untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan juga menciptakan sesuatu yang nantinya akan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tak jarang pula para ilmuwan menggunakan berbagai hewan dalam studi yang mereka lakukan.

Namun sebuah rekaman dari laboratorium di Jerman membuat para aktivis hak-hak hewan menuntut perubahan undang-undang di Uni Eropa.

Video yang dirilis oleh aktivis hak-hak hewan, juga menunjukkan kucing dan anjing yang tampak berdarah dan sekarat setelah menjalani tes.

Disebutkan video itu direkam secara diam-diam di dalam Laboratorium Phramacology and Toxicology (LPT) di Hamburg, oleh seorang pekerja yang menyamar dari organisasi Soko Tierschutz dan Cruelty Free International (CFI).

Monyet-monyet itu terlihat berteriak dan menangis sementara mereka digantung dengan sabuk logam yang diikat di leher mereka.

Friedrich Mülln dari Soko Tierschutz mengatakan, "Hewan-hewan itu bahkan masih mengibas-ngibaskan ekor mereka ketika mereka dibawa untuk dibunuh, anjing-anjing itu putus asa untuk kontak manusia.

"Perlakuan terburuk adalah untuk monyet. Jenis kera adalah monyet kecil, primata yang relatif ringan, yang sering digunakan untuk percobaan hewan di LPT.

"Mereka disimpan dalam kondisi sempit di dalam kandang kecil. Banyak hewan yang memiliki kecenderungan kompulsif dan terlihat berputar-putar."

Rekaman selama delapan menit juga menunjukkan tes toksikologi dilakukan pada kucing, anjing dan kelinci, membuat mereka dalam keadaan sangat tertekan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved