Berita Palembang
Minta Turun Hujan, Korem 044 Gapo bersama Santri Lakukan Salat Istisqa
Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo) Kol Arhanud Sonny Septiono mengatakan, untuk ke sekian kalinya Salat Istisqa ini dilaksanakan guna
Penulis: Linda Trisnawati |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Korem 044 Garuda Dempo (Gapo) menggelar salat istisa bersama santri.
Pasca kabut asap yang tebal beberapa hari ini, Salat Istisqa kembali digelar di Kota Palembang.
Salat Istisqa digelar di lapangan olahraga Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Palembang.
Salat meminta hujan ini turut diikuti oleh Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo) Kol Arhanud Sonny Septiono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah,
Dinas Kehutanan (Dinas Kehutanan) Sumsel, bersama puluhan anggota TNI dan santri Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Palembang.
Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo) Kol Arhanud Sonny Septiono mengatakan, untuk ke sekian kalinya Salat Istisqa ini dilaksanakan guna berdoa memohon turun hujan di Sumsel.
"Salat Istisqa ini dengan harapan bisa turun hujan di Sumsel, terutama di kawasan yang banyak titik api. Seluruh jajaran Kodim dan Koramil Garuda Dempo, juga melaksanakan salat Istisqa ini," katanya, Selasa (15/10/2019).
Sementara itu berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sumsel diperkirakan akan diguyur hujan pada 15 hari ke depan atau Minggu pertama di bulan November 2019.
Prakiraan hujan ini membuat Provinsi Sumsel sudah selama 15 hari terakhir tidak dibasahi hujan.
Terlebih cuaca yang sangat ekstrem pada beberapa hari ini dengan kondisi kabut asap yang tebal.
Dari seluruh daerah di Pulau Sumatera, hanya Provinsi Sumsel saja yang belum diguyur hujan. Sedangkan daerah lain di Pulau Sumatera sudah dibasahi air hujan sejak beberapa hari lalu.
Korem 044/Gapo yang juga ditunjuk sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumsel bersama para timnya terus berupaya sampai hari ini untuk memadamkan karhutla.
"Kita sudah berusaha sesuai kemampuan kita, sampai hari ini anggota masih di lapangan, terdiri dari anggota BPBD Sumsel, TNI, Manggal Agni, hingga warga turut memadamkan api tanpa libur," ungkapnya.
Selain dari pemerintah, para perusahaan perkebunan di Sumsel juga turut membantu dalam penanganan karhutla ini, salah satunya APP Sinar Mas dan mitranya.
Kol Arhanud Sonny Septiono mengatakan, APP Sinar Mas sangat membantu dalam penyediaan alat pemadam kebakaran dan Regu Pencegah Kebakaran (RPK) yang turun ke lapangan.