BNI Syariah Perluas Hasanah Card di Palembang

BNI Syariah Cabang Palembang getol memperluas penggunaan kartu kredit berbasis syariah, Hasanah Card, di Kota Palembang

BNI Syariah Perluas Hasanah Card di Palembang
ISTIMEWA
BNI Syariah. 

TRIBUNSUMSEL.COM - BNI Syariah Cabang Palembang getol memperluas penggunaan kartu kredit berbasis syariah, Hasanah Card, di Kota Palembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin alternatif dana talangan selain konvensional.

Bisnis Manager BNI Syariah Cabang Palembang, Muhammad Ersyad Hilmi, mengatakan pihaknya optimistis target sebanyak 300 kartu dapat tercapai seiring keunggulan dan manfaat lain yang bisa didapatkan nasabah dibanding kartu kredit konvensional.

“Hasanah Card merupakan kartu pembiayaan satu-satunya di Indonesia. Penggunaannya sendiri dipastikan sesuai syariah sehingga menciptakan rasa aman kepada pengguna,” katanya baru-baru ini.

Ersyad mengatakan saat ini terdapat lebih dari 500 pengguna kartu pembiayaan yang menawarkan konsep talangan di Kota Palembang. Adapun secara nasional, perusahaan menargetkan dapat mengakuisisi pembukaan sebanyak 25.000 kartu baru sepanjang tahun ini.

Dia menjelaskan untuk mencapai target pengguna baru, BNI Syariah Cabang Palembang menyasar segmen karyawan perusahaan maupun instansi pemerintahan. Pasalnya, pihaknya menilai Hasanah Card dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama karyawan melakukan perjalanan dinas.

“Hasanah Card bisa menjadi kartu talangan untuk perskot [perjalanan dinas] karyawan karena memang banyak perusahaan cenderung memberikan biaya perjalanan dinas dalam bentuk nontunai,” katanya.

Ersyad menegaskan kartu pembiayaan syariah tidak mendukung budaya konsumtif melainkan untuk kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, berbeda dengan kartu kredit konvensional yang lebih sering menawarkan promo merchant, kartu syariah cenderung kurang variatif dan selektif.

“Karena promo-promo itu cenderung mendorong orang konsumtif. Kalau ini bukan untuk konsumtif tapi untuk kebutuhan, misalnya bayar homestay di luar negeri, untuk umroh dan halal tourism,” katanya.

Dia menambahkan kartu kredit syariah juga lebih selektif dalam pemilihan merchant dan transaksi untuk menjaga konsep syariah yang diusung.

Ersyad mencontohkan jika ada merchant yang menjual alkohol maka transaksi akan langsung decline alias ditolak.

“Kami melakukan survey terlebih dahulu dalam kerjasama dengan merchant, jika ada yang tidak sesuai dengan prinsip syariah maka tidak bisa bekerjasama,” katanya.

Diketahui, prinsip syariah yang diterapkan BNI Syariah dalam Hasanah Card adalah sistem perhitungan biaya bersifat tetap, adil, transparan, dan kompetitif tanpa perhitungan bunga.

Adapun akad yang digunakan, yakni akad kafalah di mana BNI Syariah adalah penjamin bagi pemegang Hasanah Card yang timbul dari transaksi antara pemegang iB hasanah card dengan Merchant, dan atau penarikan tunai.

Kemudian akad Qardh, BNI Syariah adalah pemberi pinjaman kepada pemegang iB hasanah card atas seluruh transaksi penarikan tunai dengan menggunakan kartu dan transaksi pinjaman dana.

Selanjutnya, akad ijarah di mana BNI Syariah adalah penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang iB hasanah card. Atas Ijarah ini, pemegang iB hasanah card dikenakan annual membership Fee.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved