Cerita Khas Palembang
Sejarah Asal Usul dan Arti Nama Talang Betutu Palembang, Ada 2 Versi
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Talang Betutu adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Sukarami, Kota Palembang
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Talang Betutu adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Sebelumnya, dikawasan ini berdiri bandara Talang Betutu yang dulunya merupakan pintu masuk ke kota Palembang melalui jalur udara.
Bandara kemudian dipindahkan dan berubah nama menjadi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
Pemerhati Sejarah Kota Palembang, Rd Muhammad Ikhsan mengatakan, dulunya Bandara Talang Betutu menjadi ikon dari kawasan ini.
Namun masyarakat dulu lebih mengenal bandara Talang Betutu dengan sebutan airport.
Banyak juga yang menyebutnya sebagai pelud (pelabuhan udara).
• Asal Usul Nama Palembang dan Sebutan Logat Po Lin Fong
Sebelum akhirnya nama bandara lebih familiar di telinga masyarakat saat ini.
"Tapi yang jelas, Talang Betutu dulunya dikenal karena ada airport. Hal itu bisa kita lihat di buku-buku sejarah anak SD," ujarnya, Kamis (10/10/2019).
Ikhsan juga menjelaskan asal-usul nama Talang Betutu.
Dimulai dari kata Talang yang merupakan sebutan bagi wilayah dengan kontur tinggi dan tidak terendam air.
Sebab di wilayah Palembang dulu banyak daerah rawa.
"Talang adalah sebutan untuk tanah yang konturnya agak tinggi yang ditanami pohon-pohon besar seperti duku dan durian."
"Itu jadi seperti kebun, tapi bukan perkebunan luas melainkan seperti perkebunan keluarga saja," ujarnya.
Sedangkan untuk Betutu, Ikhsan mengatakan, ada dua versi alasan pemberian nama tersebut.
Versi pertama menyebutkan, nama Betutu berasal dari kata Betoto yang disamakan dengan betata atau berlubang.
• Ini Sejarah Awal Penamaan Sriwijaya, Bantah Pernyataan Ridwan Saidi yang Menyebut Kerajaan Fiktif
"Zaman dulu ada pohon besar yang batangnya ditoto atau ditata atau berlubang. Tidak diketahui berlubang karena apa. Apakah karena burung pelatuk atau lain. Dari Betoto kemudian disebut Betutu," ujarnya Rabu (9/10/2019).
Sedangkan dari versi kedua, Betutu terinspirasi dari nama ikan Betutu yang dulunya dikatakan banyak diwilayah tersebut.
"Versi kedua ini yang paling umum dan banyak disebut-sebut,"ujarnya.
Terkait dengan keberadaan ikan Betutu saat ini, kata Ikhsan, ikan tersebut saat ini sudah sangat jarang ditemui.
Padahal dulu, ikan tersebut tidak memiliki nilai yang terlalu tinggi saat dijual.
"Tapi sekarang ini, saya dengar ikan itu harganya sudah tinggi. Karena jumlahnya yang sedikit,"ujarnya.