Inilah Alasannya Demo Driver Gojek di Palembang, Insentif 18 Point Jadi Rp 150 Ribu

Penolakan keras disuarakan oleh seluruh mitra driver dan ojek online di Palembang atas kebijakan PT Gojek Indonesia yang akan memangkas insentif

Inilah Alasannya Demo Driver Gojek di Palembang, Insentif 18 Point Jadi Rp 150 Ribu
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Ratusan Orang dari Komunitas Driver Online Palembang Long March Protes Pangkas Insentif 50% 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penolakan keras disuarakan oleh seluruh mitra driver dan ojek online di Palembang atas kebijakan PT Gojek Indonesia yang akan memangkas insentif mitranya sebesar 50 persen.

Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 7 Oktober 2019 mendatang. Untuk itu, ratusan orang
perwakilan driver dan ojek online di Palembang melakukan aksi demo sebagai bentuk penolakan atas kebijakan tersebut, Kamis (3/9/2019).

"Insentif bagi driver Online adalah hak. Bukan seperti di perusahaan lain yang memang bonus dari perusahaan. Dari awal kami menjadi driver Online karena diiming-imingi dengan insentif," ujar Humas Aksi, Gunawan.

Gunawan menjelaskan, kebijakan PT Gojek Indonesia yang dinilai sangat merugikan seluruh mitranya.

Dimana, PT Gojek Indonesia akan menurunkan insentif bagi seluruh driver. Dari sebelumnya Rp.300 ribu menjadi Rp.150 ribu untuk 18 trip (poin).

Sebab nominal insentif tersebut tidak akan cukup menutupi biaya operasional dan dapat berimas berkurangnya penghasilan dari mitra gojek.

"Jujur ya, kita dalam 1 bulan tidak mungkin kita bisa tembus capai 18 poin setiap hari. Jadi bonus itu tidak kami terima setiap hari. Sekarang akan diturunkan insentif itu, dimana hati nurani petinggi gojek. Bukan urusan mudah bagi kami untuk capai target,"ujarnya.

Lanjutnya, sebelum berdemo, upaya mediasi juga sudah dilakukan ke PT Gojek Indonesia untuk mencari jalan keluar bagi persoalan ini.

Termasuk dengan mengirimkan surat resmi yang ditujukan ke PT Gojek Indonesia terkait penolakan terhadap kebijakan tersebut.

"Sudah ada jawaban bahwa PT Gojek Indonesia tetap akan melakukan kebijakan itu. Maka, tidak ada cara lain. Demo penolakan harus dilakukan,"tegas Gunawan.

Ribuan massa yang turut serta dalam aksi demo berasal dari seluruh komunitas driver dan ojek online di Palembang.

Termasuk Persatuan Driver Online Sumsel (PDOS), Asosiasi Driver Online (ADO) dan Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) Sumsel yang merupakan komunitas driver Online terbesar di Palembang.

Tak hanya itu, aksi demo juga diikuti oleh driver dan ojek online mandiri atau yang tidak tergabung dalam komunitas (single fighter).

Hal itu sebagai bentuk kekecewaan atas kebijakan PT Gojek Indonesia yang dianggap dapat merugikan seluruh mitra gojek.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved