Demonstrasi Mahasiswa

62 Mahasiswa Sumsel Luka-luka Dalam Aksi 24 September, Ini Pernyataan Sikap Aliansi Sumsel Melawan

Ratusan Mahasiswa berasal dari sejumlah Universitas di Kota Palembang kembali menggelar aksi di Bundaran Air Mancur (BAM)

62 Mahasiswa Sumsel Luka-luka Dalam Aksi 24 September, Ini Pernyataan Sikap Aliansi Sumsel Melawan
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Aksi demo Aliansi Mahasiswa Sumsel Melawan di Budnaran Air Mancur Palembang, Selasa (1/10/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ratusan Mahasiswa berasal dari sejumlah Universitas di Kota Palembang kembali menggelar aksi di Bundaran Air Mancur (BAM), Selasa (1/10/2019) petang.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumsel Melawan terus menyuarakan penolakan pelemahan KPK melalui RUU KPK dan RKUHP.

Mereka juga menolak aksi represif dari pihak kepolisian terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa di sejumlah tempat di tanah air.

Termasuk di Sumsel yang terjadi pada tanggal 24/09/2019) lalu yang mengakibatkan 62 orang mahasiswa terluka dan ratusan yang lain terkena gas air mata.

Polwan dan Polisi Berpeci Kawal Demo Mahasiswa di Bundaran Air Mancur Palembang

"Hari ini ketika sudah ada 3 orang kawan kita meninggal , maka kita akan terus berjuang, aksi aksi yang kita lakukan justru berujung pada tindakan represif dan kriminalisasi," ungkap Koordinator Aksi, Radian Ramadhani.

Aliansi Sumsel melawan menyampaikan 5 point pernyataan sikap :

1. Mendesak DPRD Sumsel menindaklanjuti point penyataan sikap oleh aliansi pemuda melawan yang disampaikan pada 24 September 2019.

2. Aliansi Sumsel melawan mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi, tim medis, lembaga pers pada kegiatan aksi 24 September 2019.

3. Mendesak Presiden mendorong terlaksananya peradilan hak azasi manusia (HAM) yang ada di Indonesia sebagai usaha menyelesaikan kasus HAM.

4. Menuntut DPR RI melindungi kebebasan berpendapat sebagaimana ada di Undang Undang No 9 Tahun 1998

5. Mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk menindaklanjuti tindakan represif yang terjadi di kendari, Sulawesi Utara dengan memberikan hukuman sesuai Undang Undang.

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved