Pemuda Lubuklinggau Hina dan Sesumbar Tantang Polisi di Facebook, Juwarsyah Nangis Saat Ditangkap

- Seorang pemuda diamankan ke Mapolres Lubuklinggau atas dugaan melakukan ujaran kebencian terhadap institusi Polri di media sosial facebook.

Pemuda Lubuklinggau Hina dan Sesumbar Tantang Polisi di Facebook, Juwarsyah Nangis Saat Ditangkap
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Muhammad Juwarsyah (kiri) saat diamankan di Mapolres Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang pemuda diamankan ke Mapolres Lubuklinggau atas dugaan melakukan ujaran kebencian terhadap institusi Polri di media sosial facebook.

Pemuda tersebut diketahui bernama Muhammad Juwarsyah (22 tahun) warga Kelurahan Talang Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Ini bermula dari postingannya di akun Facebooknya pada tanggal 25 September 2019 lalu.

Saat itu, Muhammad Juwarsyah membagikan foto salah satu oknum polisi diduga memukul mahasiswa yang tengah berunjuk rasa.

Namun, dalam postingannya itu, Muhammad Juwarsyah menuliskan perkataan kotor, bahkan terkesan menghina institusi Polri.

Postingan Muhammad Juwarsyah yang menghina polisi.
Postingan Muhammad Juwarsyah yang menghina polisi. (ISTIMEWA)

Tulisannya yang membawanya ke penjara yakni "tambah lame tambah luat nengok Polisi cak anak k**pang cak Ikak, Kalu bae ado polisi nengok statuku kak (tambah lama tambah memuakkan melihat polisi seperti anak ***** seperti ini. Semoga saja polisi melihat statusku ini)," tulisnya dalam postingan facebooknya.

Akibat ulahnya Juwarsyah diamankan ketika tengah nongkrong di Lubuk Kupang bersama dengan teman club motornya, Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Setelah digelandang petugas Sat Reskrim Polres Lubuklinggau, ia sempat menangis, bahkan, ia mengakui perbuatannya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono membenarkan, telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga menghina instusi polri.

"Ya benar sudah kita amankan, saat ini sedang dalam penyidikan dan pemeriksaan oleh anggota satreskrim," kata Dwi pada wartawan, Senin (30/9).

Akibat perbuatannya pelaku dapat terancam tindak pidana dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tapi untuk kepastiannya menunggu hasil pemeriksaan.

"Untuk tidak lanjutnya masih menunggu hasil pemeriksaan," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved