10 Ribu Orang Minta Dievakuasi Pasca Rusuh di Wamena Papua yang Menelan 33 Korban Meninggal Tragis

10 Ribu Orang Minta Dievakuasi Pasca Rusuh di Wamena Papua yang Menelan 33 Korban Meninggal Tragis

Kompas.com
Warga Pendatang Mengungsi : 10 Ribu Orang Minta Dievakuasi Pasca Rusuh di Wamena Papua yang Menelan 33 Korban Meninggal Tragis 

DUA tagar terkait tragedi Wamena Papua menjadi trending topik twitter pagi tadi.

Tagar #MinangBerduka dan @BugisBerduka termasuk lima besar tagar yang disuarakan para netizen (warganet), Minggu (29/9/2019) pagi.

Tragedi Wamena Papua menjadi ramai dan viral di dunia maya karena korban yang meninggal begitu banyak.

Setidaknya 33 orang meninggal dalam kerusuhan di Wamena, Papua, ini.

Sebagian besar korban adalah warga pendatang yang jika dilihat dari daerah asal mereka, sebagian besar berasal dari ranah Minang, Sumatera Barat, dan Bugis, Sulawesi Selatan.

Sehingga, tak mengherankan jika kemudian tagar #MinangBerduka dan #BugisBerduka pun menjadi trending topik.

Tokoh Minang Mengutuk

Sejumlah tokoh Minang pun kemudian mengutuk tragedi Wamena Papua.

Pemerintah dianggap lalai atau abai dalam melindungi warga negara sehingga mereka menjadi korban kekejaman para perusuh.

Tokoh Minang Andre Rosiade menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi yang memilih mengucapkan duka atas meninggalnya Presiden Perancis, tetapi tidak mengucapkan duka untuk rakyat sendiri.

"Ada 9 warga perantauan Minang yangg meninggal dunia karena kerusuhan di Wamena. 1 orang terbakar dan tinggal tengkorak saja, 1 org Balita usia 3 tahun dikampak kepalanya," ujar Andre Rosiade yang juga politisi Partai Gerindra melalui twitter.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Fadli Zon juga mengutuk peristiwa di Wamena Papua.

Fadli Zon meminta pemerintah melindungi warga negara, dari mana asal dan apa pun agamanya, sesuai amanat konstitusi.

224 Mobil Dibakar, 33 Orang Meninggal

Seperti diberitakan Kompas.com, pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar saat terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, terus dilakukan.

Hari ini tidak ada jenazah yang ditemukan, tetapi diketahui bila ada satu korban tewas yang ditemukan hari sebelumnya belum terdata di RSUD Wamena.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved