Berita Pagaralam

Pemkot Pagaralam Resmi Melarang Hiburan Orgen Tunggal Malam Hari, Aturannya Pukul 06.00-17.00

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam resmi mengeluarkan larangan hiburan Orgen Tunggal (OT) pada malam hari.

Pemkot Pagaralam Resmi Melarang Hiburan Orgen Tunggal Malam Hari, Aturannya Pukul 06.00-17.00
Sripo/ Wawan Septiawan
Rapat pengaturan jam orgen tunggal yang diadakan di ruang rapat Besemah I Setdako Pagaralam, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam resmi mengeluarkan larangan hiburan Orgen Tunggal (OT) pada malam hari.

Kebijakan ini dikeluarkan setelah melalui pembahasan panjang dengan berbagai pertimbangan.

Hiburan orgen tunggal hanya diperbolehkan pada siang hari, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Kebijakan ini merupakan penegasan dari Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 30 tahun 2016, tentang penyelenggaraan perayaan yang menggunakan alat musik elektronik.

Keputusan ini diambil Pemkot Pagaralam, setelah sebelumnya dua kali melaksanakan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengusaha bisnis OT.

Larangan hiburan OT pada malam hari tersebut, berdasarkan hasil rapat yang diadakan di ruang rapat Besemah I Setdako Pagaralam, Selasa (17/9/2019).

Rapat yang dipimpin Walikota Alpian Maskoni ini, dihadiri Wakil Walikota Muhammad Fadli, Kapolres AKBP Tri Saksono Puspo Aji, Pabung 0405 wilayah Pagar Alam, Wakil Ketua DPRD, Pj Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Camat, Ketua MUI, Ketua Baznas Pagar Alam, FKUB, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni menjelaskan, kebijakan ini dalam rangka mendukung program Polres dan BNN, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan menekan tingkat kriminalitas di Kota Pagaralam.

"Upaya ini dilakukan untuk mencegah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengedarkan narkoba atau melakukan tindakan kriminal, pada saat hiburan OT malam hari berlangsung," tegasnya.

Pada kesempatan ini juga Walikota menghimbau masyarakat Pagaralam untuk menghindari mengelar hajatan pada malam hari.

Hal ini dimaksudkan agar keinginan masyarakat untuk mengadakan hiburan OT pada malam hari, tidak terlaksana.

"Ini hanya sebatas imbauan kepada masyarakat," ujar Walikota.

Untuk tahap awal, kebijakan ini sementara waktu akan dituangkan dalam Perwako. Kedepan untuk lebih mendetail tentang kebijakan larangan hiburan OT pada malam hari, akan dibuat menjadi Peraturan Daerah (Perda).

"Setelah Perwako ini ditandatangani, Walikota meminta semua pihak mesosialisasikan kepada masyarakat Kota Pagaralam. Jadi untuk diketahui semua pihak, kita tidak bermaksud menutup bisnis para pengusaha OT, namun kita hanya mengatur waktu pelaksanaan OT itu sendiri demi kebaikkan semua," jelasnya.(SP/ Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved