85 Pelanggar Lalu-lintas Terjaring Razia

Sebanyak 85 orang pelanggar lalu lintas di kawasan Jalan Lintas Tanjung Enim-Muaraenim tepatnya di sekitar Bundaran Tanjung Enim terjaring razia

85 Pelanggar Lalu-lintas Terjaring Razia
TRIBUNSUMSEL
Razia Operasi Patuh Musi 2019 di Bundaran Simpang Muhammadiyah Tanjung Enim. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- Sebanyak 85 orang pelanggar lalu lintas di kawasan Jalan Lintas Tanjung Enim-Muaraenim tepatnya di sekitar Bundaran Tanjung Enim terjaring razia yang digelar oleh Satlantas Polres Muaraenim.

Berdasarkan pantauan Tribun Sumsel di lapangan, Selasa, (10/9/2019) tampak razia tersebut digelar sekitar pukul 08.30 Wib dengan melibatkan jajaran Satlantas Polres Muaraenim, Samsat, dan juga pihak jasa raharja.

Sejumlah pengendara tersebutpun kaget saat kendaraan mereka dihentikan petugas dan diperiksa kelengkapannya, tak sedikit juga sebagian pengendara yang melintas langsung memutar balikan kendaraannya saat melihat dari kejauhan bahwa ada razia.

Seperti yang dikatakan oleh Kasat Lantas Muaraenim, Feby Febriyana bahwa razia tersebut digelar masih dalam rangka operasi patuh musi 2019.

" Dari razia tersebut sebanyak 85 pelanggar yang kita tindak dan kita kenakan denda tilang," katanya.

Dijelaskannya bahwa dari jumlah pelanggaran tersebut diantaranya 42 unit kendaraan roda dua yang kita tahan.

" 12 buah SIM dan 31 buah STNK, dan setelah kita tilang, semua pelanggar kuta beri surat tilang, dan denda tilangnya itu mereka bayar sendiri ke Bank Rakyat Indonesia," katanya.

Selain itu lanjutnya dalam kegiatan tersebut ada juga beberapa kendaraan roda empat yang setelah diperiksa tenyata pajaknya sudah mati.

" Dan mereka kita arahkan untuk langsung membayar ke samsat, yang kebetulan pada hari ini juga ada bersama kita, dan dengan demikian bisa menghemat waktu masyarakat dalam mengurus pajak dan tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke Muaraenim," katanya.

Dijelaskan Kasat bahwa dari 85 pelanggaran tersebut sebagian besar didominasi oleh pelanggaran tidak menggunakan helm.

" Padahal itu adalah target prioritas kita selama operasi patuh musi ini, dan kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, padahal helm itu gunanya melindungi kepala kita sendiri namun nyatanya masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya menggunakan helm saat berkendara," jelasnya.

Ditambahkannya Selain pelanggaran tanpa helm tersebut, pelanggaran lainnya yang paling banyak adalah tidak membawa surat menyurat kelengkapan kendaraan. (ika)

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Ray Happyeni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved