Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah
Tewasnya Bambang Pudi Astomo (59) dalam kecelakaan di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, meninggalkan kesedihan mendalam di hati murid-muridnya.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Tewasnya Bambang Pudi Astomo (59)
dalam kecelakaan di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, meninggalkan kesedihan mendalam di hati murid-muridnya.
Wali kelas VIII.8 di SMPN 35 Palembang itu, dikenal sebagai guru yang humoris, ramah dan tidak mudah marah pada murid-muridnya.
"Saat di kelas, Pak Bambang suka melawak. Saat beliau mengajar, suasana kelas tidak membosankan,"kata Neyza Azzahra yang merupakan siswa kelas VIII. 8 SMPN 35 Palembang.
Itulah mengapa, saat mendengar kabar tewasnya Bambang dalam kecelakaan, menjadi kabar yang begitu mengejutkan bagi seluruh jajaran di SMPN 35 Palembang Termasuk Neyza beserta teman-temannya.
Neyza mengaku merasa sedih dan sempat termangu saat pertama kali mendengar kabar tersebut
"Sempat syok juga, rasanya tidak percaya. Soalnya kemarin masih bertemu di sekolah. Saya juga sempat salaman sama beliau,"ujarnya.
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah
Selain sebagai wali kelas VIII. 8, Bambang juga mengajar mata pelajaran IPA Fisika.
"Kami tadi sempat membaca Yasin bersama di sekolah untuk almarhum pak Bambang,"ujarnya.
Pantauan Tribunsumsel.com di rumah duka yang bertempat di jalan KH Balqi Banten IV gang rukun Palembang, ramai di datangi kerabat, rekan dan murid Bambang.
Dilakukan pula upacara penghormatan terakhir bagi almarhum Bambang dari jajaran PGRI Kota Palembang.
Adapun kronologi meninggalnya seorang guru Fisika di SMPN 35 Palembang itu membuat duka yang dalam bagi keluarga.
Diketahui Bambang Pudi Astomo (59) warga Lorong Banten IV Plaju meninggal dunia karena kecelakaan.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Palembang - Indralaya, tepatnya di depan Gerbang Tol KTM Rambutan Palembang - Indralaya (Palindra) sekira pukul 16.00 WIB.
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Desi Aryanti melalui Kanit Laka Ipda Iwan, membenarkan kejadian tersebut.
Detik-detik terjadinya kecelakaan, sebuah motor Supra Fit bernopol BG 3926 PV dikendarai Bambang terlibat kecelakaan dengan sebuah trus ber-as 3 dengan nopol BG 8220 XA.
Sayang, supir truk tersebut yang diketahui bernama Rahmat (40) melarikan diri saat kecelakaan tersebut. Sehingga Polisi masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan itu.
"Kronologi lengkapnya masih kita lakukan pengembangan. Untuk saat ini, info itu dulu yang bisa kita berikan," jelasnya.
Jasad korban telah dibawa ke rumah duka, di Jalan Banten, Plaju Palembang. Sementara itu, pihak Kepolisian masih menyelidiki supir truk dan kronologi lebgkap dari kecelakaan itu.
"Sedang kita lakukan penyidikan dan memeriksa saksi di sekitar TKP," tegasnya.

Istri Teriak Histeris
Melihat jasad suaminya terbujur kaku, Sri (57) sang istri berteriak histeris saat melihat jasad suaminya,
Setelah kecelaakn, jasad Bambang dibawa ke Puskesmas Timbangan Indralaya KM 32, Indralaya Ogan Ilir.
Ia langsung dipeluk anak tertuanya, Adil, untuk menenangkan ibunya tersebut.
"Ya Allah bapak, kenapa seperti ini," ujar Sri meratap.
Dari kecelakaan tersebut, Bambang langsung tewas seketika.
Korban mengalami putus kaki kiri dan pergelangan kaki kanan yang robek.
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah
Selain itu, korban juga mengalami robek di bagian kepala.
Berdasarkan keterangan dari tetangganya yang mengantar istrinya ke Puskesmas Tinbangan, Bustomi (67), korban tinggal di Jalan Banten IV daerah Plaju, Palembang.

Bambang, juga merupakan guru di SMPN 35 Palembang.
"Dia mau ngantar uang saku untuk anaknya, yang baru masuk di Unsri, namanya Hilal. Dia pergi sekitar pukul 09.00 pagi," ujar Bustomi saat diwawancarai.
Diduga, korban telah dalam perjalanan pulang menuju ke Palembang, dari asrama tempat anak keduanya tinggal sementara. Sampai di depan gerbang, ia mengalami kecelakaan.
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah
"Setelah dapat info, kami mengajak istri dan anak tertuanya ini untuk ke Puskesmas, memastikan betul atau tidak. Kami dapat telfon dari Polisi," jelasnya.
Sebelumnya, Tribunsumsel.com mendapatkan kabar kecelakaan dari info Tribunners.
Terjadi kecelakaan lalu lintas yang dialami pengendara sepeda motor di depan gerbang tol Indralaya-Palembang, Selasa (3/9/2019).
Informasi yang dilaporkan oleh Tribunners (pembaca setia Tribun) , persitiwa kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 15.51 WIB.
Kecelakaan persis berada di dekat SPBU Unsri Indralaya.
"Kejadian sore hari ini di Tol Indralaya-Palembang, kecelakaan seorang pengemudi motor dan truk, seorang pengemudi motor kakinya sampai putus," begitu isi laporan seorang Tribunners.
Dijelaskan Tribunners juga, bahwa kondisi pengendara sepeda motor dalam keadaan sekarat. (Resha/SP)
Sosok Pak Bambang
Bambang Pudi Astomo merupakan sosok ayah yang sangat sayang dengan anaknya.
Persitiwa yang merenggut nyawa Bambang sendiri karena bentuk sayangnya kepada sang anak hingga rela mengantarkan uang saku hingga ke Indralaya.
Cerita tetangga Bambang, pria yang dikenal lembut ini sangat ramah kepada semua orang.
Kepada anaknya bahkan dirinya sudah membiasakan mengantar jemput anaknya sejak anaknya masih SD.
Anak laki-lakinya sempat bersekolah di SD 122 (Sekarang SD 94). Sekitar 700 meter dari rumahnya di Gang Rukun Banten 4 Palembang.
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah
"Seingat saya Pak Bambang ini sejak anaknya SD sudah biasa antar jemput," ujar tetangganya
Sementara sebagai guru Bambang sangat disenangi muridnya. Bambang merupakan guru Fisika di SMP Negeri 35 palembang
'Orangnya baik, jika ngajar jarang marah," ujar Indra mantan murid yang pernah diajar Bambang
Satu hal yang paling diingat oleh muridnya adalah, Bambang tak segan berjalan kaki dari rumah ke sekolah tempatnya mengajar.
Terkadang saat akan berangkat atau pulang mengajar, Bambang tak canggung pulang dengan anak-anak didiknya.
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah