Berita Viral
7 Tahun Pacaran, Pria Ini Ternyata Tidak Mengenal Karakter Asli Istri, Tak Diduga Ini yang Terjadi
TRIBUNSUMSEL.COM - 7 Tahun Pacaran, Pria Ini Ternyata Tidak Mengenal Karakter Asli Istri, Tak Diduga Ini yang Terjadi
Penulis: Euis Ratna Sari | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - 7 Tahun Pacaran, Pria Ini Ternyata Tidak Mengenal Karakter Asli Istri, Tak Diduga Ini yang Terjadi
Harapan setiap orang dalam pernikahan adalah kehidupan yang bahagia setiap harinya.
Sebelum menikah pada umumnya kita mengenali karakter pasangan terlebih dulu sebelum menikah.
Entah lewat pacaran atau hanya sekedar pendekatan untuk saling mengenal.
Namun pada kenyataannya kehidupan pernikahan tidaklah setiap hari merasa bahagia.
Akan ada banyak persoalan dan ujian yang dilewati.
Seorang pria bernama Oka melalui akun Twitternya menuturkan pengalamannya sendiri saat setelah menikahi istrinya.
Oka mengaku telah berpacaran dengan istrinya selama 7 tahun sebelum menikah.
Seperti pada orang pacaran pada umumnya, Oka hanya selalu melihat sisi baik dari karakter istrinya itu.
"waktu nikah di 2015, gue dan
@miamulyas
sudah saling kenal selama 7 tahun
kita kenalan 2008, pertama jadian 2008, sempet putus nyambung, lost contact, sampai akhirnya nikah
kenal selama itu, gue kira udah mengenal calon istri gue waktu itu
"7 tahun, kurang tahu apa lagi sih?'
"waktu baru kenal dan pacaran, Mia orangnya pendiem, kayaknya kalem gitu, tipe2 yg gak akan pernah bisa marah deh
siapa yang gak mengidam-idamkan coba?
tapi setelah menikah, beda cerita
jadi meski kalian kenal bertahun-tahun sama pasangan, pas nikah SANGAT MUNGKIN semua berbeda", tuisnya.
Namun tak ada yang pernah menduga termasuk Oka.
Ia cukup terkejut saat mengetahui karakter asli sang istri yang tak pernah ia lihat selama berpacaran.
"sebelum menikah, kita tanpa sadar belajar soal hidup berumah tangga dgn melihat orang terdekat kita, yg paling dekat: orang tua
bayangan paling standar
"enak ya nanti kalau udah nikah, pulang kerja ada yang nyambut, sayang-sayangin."
cewek juga mungkin punya bayangan sendiri"
"memang harapan yang paling bisa bikin kita terbang tinggi
dan paling bisa buat kita jatuh lebih sakit lagi
punya harapan sebelum menikah
tapi pas udah nikah, harapan juga yang jadi 'orang ketiga'
kadang bikin kita gak bisa menerima pasangan seperti semestinya", sambungnya.
Ia merasa berjodoh dengan istrinya seperti dijebak.
Tahun-tahun pertama kehidupan pernikahannya selalu diwarnai dengan keributan.
Banyak pemahaman dan pengertian yang seharusnya dapat diterapkan namun malah terlewatkan.
"benar kata orang,
jodoh itu bukan dicari
tapi dijebak
waktu kenal dan pacaran, the best part of us yang ditunjukkan
tapi saat sudah menikah, the real us perlahan terlihat
cinta didapat dengan perhatian,
dirawat dengan pendapatan dan pengorbanan"
Tak berapa lama menikah, Oka dianugerahi sepasang putri kembar yang cantik.
Meski dalam mengarungi rumah tangga yang cukup sering menghadapi persoalan.
Oka dan istrinya juga memutuskan untuk membesarkan buah hatinya sendiri tanpa pengasuh.
"belum selesai mengelola konflik diri sendiri dan konflik dengan pasangan, kami alhamdulillah dikaruniai anak kembar
Jio dan Kio
langsung 2 anak, dan membesarkan tanpa pengasuh (atas kesepakatan bersama)
kebayang kan ngurus anak 1 aja gimana, ini langsung 2", ungkapnya.
Oka sempat merasa bahwa pernikahannya seperti menyiksa dirinya.
Apalagi setelah ia menyadari bahwa setiap konflik dalam rumah tangganya tak diperkenankan untuk berbagi dengan orang lain.
"hal paling menyiksa adalah kita gak diperkenankan untuk sharing ke mana pun ketika ada masalah
semua masalah ditelan dan dihadapi berdua
ini pun gue cerita karena udah izin dan semoga bisa jadi pelajaran"
"semua pertanyaan berputar di kepala
"kenapa sih dia begini?"
"kenapa sih dia begitu?"
"kenapa tidak seindah itu?"
sampai suatu hari gue gak sengaja dengar bapak-bapak tua bicara di telepon, sepertinya sedang menasihati anaknya", sambungnya lagi.
Dalam perjalanan pernikahannya yang ia rasakan begitu menyiksa, Oka akhirnya tersadar setelah mendengar nasihat seorang bapak-bapak kepada anaknya lewat sambungan telepon.
Saat itu pula ia merasa tersentak seolah menyudutkannya.
Namun nasihat ini seketika langsung menyadarkannya.
"bagi pria, ketika memutuskan untuk berkeluarga, artinya dia sudah memutuskan bahwa hidup ini bukan lagi tentang dirinya," katanya
*deg*
selama ini gue menuntut untuk terpenuhinya kebutuhan gue
"kenapa sih dia..." "kenapa sih dia..."
bukannya bertanya "kenapa sih gue..."
"gue duduk terdiam. terpaku bersandar ke kaca jendela bus.
terlempar memori-memori saat indahnya ijab kabul.
gue telah lupa bahwa ijab kabul itu sakral. ada hal yang sangat dalam terjadi:
saat ijab kabul, suami mengambil tanggung jawab ayah sang istri
itu hal besar"
Oka menyadari bahwa pernikahan memang perlu kesiapan yang matang.
thread tersebut ia persembahkan untuk sang istri yang berulang tahun pada 24 Juli.
Dalam pernikahan, berbagi cerita merupakan salah satu cara untuk merawat cinta setiap pasangan suami istri.
"thread ini aku persembahkan untuk istriku yang selalu mengingatkan bahwa saling bercerita adalah cara digdaya untuk memelihara cinta
berbahasa kata dalam tatap mata adalah cara untuk tetap waras di tengah rutinitas yang keras
24 Juli esok,
selamat ulang tahun, Mia", tulisnya.