HIS

Kepala Sekolah Termuda di Prabumulih Ini Ternyata Sempat Membuat Senior Merasa Tersaingi

Banyak orang tidak percaya saya hanya anak seorang sopir, itu semua karena kerja keras, tekun dan rajin mencari ilmu.

Kepala Sekolah Termuda di Prabumulih Ini Ternyata Sempat Membuat Senior Merasa Tersaingi
ISTIMEWA
Kepala SMA Negeri 1 Kota Prabumulih, Freni Listiyan, SPd, MSi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sosok Kepala Sekolah milenial, murah senyum, cantik dan cerdas sepertinya pantas disematkan kepada Freni Listiyan SPd MSi yang merupakan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Prabumulih.

Terlahir dari keluarga sederhana pada pada 20 juni 1981 lalu, anak pasangan H Heryanto dan ibu Hj Nurhayalis ini meraih apa yang diinginkan tidak dengan mudah namun penuh perjuangan.

Meski ayah hanya seorang sopir namun segudang prestasi gemilang diraih Freni hingga berhasil menduduki jabatan kepala sekolah di usia yang tergolong muda dibanding para kepala sekolah pada umumnya didapat oleh istri Lis Patrianto ST dan ibu dari Muhammad Askar Rianto ini.

Adapun beberapa prestasi gemilang diraih Freni antara lain Juara 1 Guru Berprestasi dan berdedikasi SMA Tingkat Kota Prabumulih Tahun 2013 yang kemudian dapat hadiah umroh gratis dari walikota Prabumulih, Finalis Gupres SMA Tingkat Provinsi Sumsel tahun 2013, Instruktur Nasional Kurikulum 2013 dari 2014 sampai 2016.

Lalu meraih penghargaan sebagai Instruktur Kabupaten/Kota Kurikulum 2013 tahun 2017, Tutor Universitas Terbuka dari 2017 sampai saat ini, Proktor Teknisi Nasional UNBK Provinsi Sumsel tahun 2017 sampai sekarang dan Peringkat 3 Terbaik Diklat Calon Kepala Sekolah (CKS) Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2017.

Selain itu masih banyak penghargaan dan prestasi diraih ibu berhijab ini.

Menduduki jabatan sebagai kepala sekolah termuda di sekolah unggulan di kota Prabumulih ternyata tidak mudah bagi alumnUS S1 Unsri dan S2 Unista Palembang ini.
Meski seluruh pelajar mendukung dan senang dengan kepala sekolah milenial tetapi ternyata terpilihnya Freni sempat membuat para guru maupun kepala sekolah senior merasa tersaingi.

Namun, kebiasaan bekerja keras sejak kecil dan dituntut mencari ide-ide baru ketika menjadi wakil kepala sekolah SMA Negeri 6 Prabumulih menjadikan ibu yang selalu meraih juara ketika SD, SMP dan SMA itu makin berprestasi.

"Sejak kecil saya sudah ditempa bekerja keras dan tekun, lalu menjadi guru khususnya wakil kepala sekolah SMAN 6 Prabumulih saya ditempa untuk bisa menjadi orang yang multitalenta mengingat tugas yang sangat banyak. Apalagi selain menjadi wakil kepsek juga jadi bendahara BOS, operator dapodik, proktor & teknisi UNBK, Bendahara MGMP Kimia Kota Prabumulih serta jadi Instruktur K 13," katanya dibincangi, Senin (2/9).

Meski dengan segudang kesibukan namun ibu satu anak ini tetap mengutamakan keluarga khususnya anak dan suami. Bahkan Freni tidak mau urusan pekerjaannya sebagai kepala sekolah dan dosen menganggu keharmonisan rumah tangganya.

"Alhamdulillah, suami, anak dan keluarga mendukung semua kegiatan saya yang luar biasa sibuknya, tapi saat sudah pulang ke rumah maka saya berperan sebagai istri dan ibu. Saya selalu upayakan pekerjaan di sekolah diselesaikan di sekolah jadi tidak mengganggu kumpul dengan keluarga," bebernya.

Freni berpesan kepada generasi muda untuk tidak minder meski berasal dari keluarga sederhana, terus belajar, bekerja keras dan beribadah dengan rajin karena hasil perjuangan tentu akan memuaskan.

"Banyak orang tidak percaya saya hanya anak seorang sopir, itu semua karena kerja keras, tekun dan rajin mencari ilmu sehingga apa yang dicita-citakan Alhamdulilah tercapai," tuturnya.

Penulis: Edison
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved