Ditinggal Mandi ke Rumah, Warung Sembako di Setia Marga Muratara Ludes Terbakar

Kebakaran warung manisan atau sembako kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (2/9/2019).

Tayang:
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/Rahmat Aizullah
Kebakaran warung manisan atau sembako kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (2/9/2019). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Kebakaran warung manisan atau sembako kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (2/9/2019).

Kali ini musibah kebakaran menimpa warga di Desa Setia Marga, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB pagi itu meludeskan satu unit bangunan warung milik Rika Riyana (40 tahun).

Saat terjadi kebakaran, warung manisan itu dalam keadaan kosong sehinga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Namun kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena barang-barang jualan tidak ada yang terselamatkan.

Sementara pemilik warung Rika sedang berada di rumahnya yang berada tepat di belakang warung yang terbakar.

Kebetulan juga ia mengurus orangtuanya yang sedang sakit sehingga ia menyuruh anaknya tidur di warung. 

Sedangkan suami Rika sudah lama tidak pulang kampung, dan diketahui merantau bekerja menjadi anak buah kapal.

Kepala Desa Setia Marga, Bambang Hadianto saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com membenarkan kejadian tersebut.

Ia menceritakan, tadi malam anak korban bernama Bagus tidur di dalam warung sembako tersebut.

Saat menjelang pagi, Bagus meninggalkan warung dan pulang ke rumahnya untuk mandi.

Tidak berselang lama tiba-tiba api membumbung tinggi dan meludeskan warung berukuran 5x8 meter itu.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, mengingat warung itu tidak lagi dialiri listrik PLN.

"Dulu ada listriknya, tapi sudah diputuskan oleh PLN. Jadi korsleting listrik tidak mungkin, kompor gas juga tidak ada," kata Bambang.

"Tadi malam itu kabarnya anaknya tidur pakai lampu teplok, tapi waktu dia tinggalkan warung itu kata dia lampunya sudah dipadamkan," tambah Bambang.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang hendak berangkat menyadap karet yang kebetulan melintas di depan warung.

"Ada warga yang hendak berangkat menyadap karet, jadi dia yang lihat pertama kali, terus dia langsung teriak ada kebakaran," kata Bambang.

Mendengar teriakan itu, warga setempat langsung berusaha untuk memadamkan api.

Namun berhubung warung itu terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat menghanguskan material bangunan.

"Kebakarannya cepat sekali, apinya besar. Kejadian ini sudah saya laporkan kepada Pemkab Muratara, mungkin korban akan mendapatkan bantuan," ujar Bambang. (cr14) 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved