Orang-orang Ini Seenaknya Buang Sampah dari Mobil ke Jalan Pembangunan Musirawas

Tumpukan sampah di Jalan Pembangunan Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II atau samping eks gedung Pemerintah Kabupaten Musi Rawas

Orang-orang Ini Seenaknya Buang Sampah dari Mobil ke Jalan Pembangunan Musirawas
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Buang sampah sembarang di Jalan Pembangunan Musirawas. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Tumpukan sampah di Jalan Pembangunan Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II atau samping eks gedung Pemerintah Kabupaten Musi Rawas semakin banyak.

Selain menumpuk di bahu jalan sampah-sampah yang dibungkus kantong kresek ini berserakan di sepanjang jalan pembangunan.

Lina salah satu pedagang setempat mengatakan, tumpukan sampah-sampah plastik ditempat itu sengaja dibuang oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

"Yang buang sampah bukan warga sekitar, rata-rata mereka buang sampah pagi dan sore, sembari lewat melempar dari mobil," kata Lina saat dibincangi Tribunsumsel. Com, Jumat (30/8/2019).

Padahal lokasi tumpukan sampah itu bukan merupakan tempat pembuangan sampah (TPS). Lokasi TPS yang disediakan juga tak jauh dari lokasi tumpukan sampah.

"Sampahnya berceceran dan mulai menebarkan bau busuk. Disana juga
sudah pernah dipasang papan larangan membuang sampah tapi tulisan larangannya sudah hilang," katanya.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Lubuklinggau, Subandio Amin mengakui jika saat ini banyak masyarakat di Kota Lubuklinggau banyak yang kurang patuh membuang sampah tidak tepat waktu.

"Dalam pengertian kebanyakan mereka membuang sampah pukul 10.00 WIB padahal mobil angkutan kita paling lambat pukul 08.00 WIB untuk pagi," kata Subandio.

Ia menuturkan TPS di Lubuklinggau saat ini sudah tidak banyak lagi dan mulai dikurangi. Permasalahannya saat ini banyak kepatuhan masyarakat yang kurang dimana motor berhenti disitu mereka membuang sampah.

"Setiap hari sampah dikita ini 150-200 Ton, kita berharap kedepan untuk mengatasi masalah sampah diharapkan ada kerja sama dengan pihak swasta, karena kita ingin sampah ini jadi debu kemudian ada yang jadi kompos," ucapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved