Daerah Penghasil Batubara tak Ikut Menikmati Hasil Tambang

Gubernur Sumsel Herman Deru Ingin Putra Daerah Memaksimalkan Pengelolaan SDA di Sumsel sehingga mensejahterakan

Daerah Penghasil Batubara tak Ikut Menikmati Hasil Tambang
Dok.Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel bersama Wisudawan dan wisudawati ke-11 Program Diploma (D-lll) Politeknik Akamigas Palembang di Gedung Patra Ogan Komperta, Kamis (29/8). 

PALEMBANG, TRIBUNSUMSEL.COM - Begitu besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Sumatera Selatan baik itu minyak bumi, gas alam serta batubara diharapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh putra daerah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda ke-11 Program Diploma (D-lll) Politeknik Akamigas Palembang di Gedung Patra Ogan Komperta, Kamis (29/8).

"Sangat besar potensi migas yang ada di kita namun pengelolaannya baik dari perusahaan serta masih dari luar provinsi sumsel, maka saya ajak adik-adik sekalian ini yang telah dinyatakan lulus adalah salah satu putra- putri terbaik Sumsel agar dapat berpartisipasi untuk mengelola sumber daya alam kita yang diberikan sang cipta," ungkapnya.

Herman Deru menyadari sumber daya alam sebaik apapun bila dikelola sumber daya manusia yang tak memadai tentu menjadi kekayaan yang disia-siakan, karena selama ini Povinsi Sumsel masuk dalam 5 Provinsi terkaya di Indonesia, tapi ironinya tingkat kemiskinan masih tinggi diangka 13 persen, dan belakangan kondisi terakhir ada penurunan 0,5 persen.

"Potensi batu bara kita dikondisi 40 persen nasional tapi belum berdampak langsung ke kita, justru kabupaten-kabupaten daerah yang menghasilkan batubara ini justru mendapatkan predikat kemiskinan yang tinggi ini bertolak belakang sekali," ungkapnya.

Maka ia mengajak bahwa bersama-sama guna memaksimalkan potensi yang ada. Dalam setiap kali kunjungannya yang ia hadiri di beberapa titik wisuda yudisium selalu mengingatkan kita bahwa berkarya tidak tenaga saja namun bisa pikiran, berikan sumbangsih pemikiran meskipun kita berkarya.

"Maka ini tugas kita dalam maksimalkan potensi besar, yang saya harapkan serta aparatur di negara dan pihak swasta dengan dilahirkan sarjana atau ahli-ahli baru di era ini ikut memberikan kontribusi langsung," harapnya.

Diceritakannya tentang revolusi industri 4.0 yang tantangannya semakin dinamis, maka ia yakin akan dihadapi serta diatasi oleh para ahli-ahli baru sarjana-sarjana baru dan mengingat potensi begitu besar potensi provinsi kita serta para lulusan akamigas ini bisa berkontribusi dalam penyelenggaraan percepatan penurunan kemiskinan.

"Saya harap anda sekalian bisa berikan kontribusi akal dan pikiran berikami saran, bahkan segala cara saya akan menerima adek-adek skalian bertatap muka, berdiskusi selama solusi muara yang kita dapatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan," tambahnya.

Ketua yayasan Karya Bangsa, Ir. H. Abdul Rozak, M.SC. selaku yayasan membawahi Politeknik Akamigas Palembang ini mengatakan bahwa selalu meningkatkan kualitasnya, dan terbukti para alumni disana bekerja di BUMN dan Internasional, dengan mengupgrade serta dapat bersaing dalam mendapatkan peluang yang akan dihadapi.

"Ini saja sudah ada perusahaan yang masuk kesini untuk membuat kilang minyak, mereka akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 3000 orang, dan mereka ingin tenaga lokal yang bisa bekerja, maka anak-anak kita harus dapat berpastisipasi disana," ujarnya.

Lanjutnya dia terus tetap mengusahakan lulusannya untuk dapat bekerja di daerah untuk partisipasi membangun daerah, namun tetap memberikan dorongan bila ada yang berminat bekerja di luar, agar terlihat kualitas dari Politeknik Akamigas.

Editor: Erwanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved