Warung Sembako di Muratara Ludes Terbakar saat Pemiliknya Tandang ke Rumah Kades
Sebuah warung manisan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ludes terbakar, Sabtu siang (24/8/2019).
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
Warung Sembako di Muratara Ludes Terbakar saat Pemiliknya Tandang ke Rumah Kades
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Sebuah warung manisan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ludes terbakar, Sabtu siang (24/8/2019).
Warung manisan milik Elpi Gani tersebut berada tepat di depan kantor Polsek Rupit, Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.
Menurut warga yang melihat kejadian, Fahmi (25) mengatakan, dalam kebakaran tersebut hanya satu unit warung manisan yang dilalap api.
Mengingat, posisi warung berada sendirian dan jauh dari rumah penduduk, sehinga tidak ada objek lain yang ikut terbakar.
"Cuma warung saja, tidak ada apa-apa di sekitarnya," ujar Fahmi dihubungi Tribunsumsel.com.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran itu, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Noman Baru, Aima saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan kebakaran warung manisan tersebut.
"Iya benar, tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian, pemilik warungnya sedang ngobrol sama saya di rumah saya," katanya.
Ia juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran hingga menimbulkan kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta tersebut.
Namun dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
"Kalau dibilang gas, tabungnya masih utuh, masih ada, tidak meledak. Saya rasa korsleting listrik mungkin, karena apinya dari pojok sebelah kanan, ada sambungan kabal listrik di situ," bebernya.
Lebih lanjut Aima menceritakan, saat terjadi kebakaran si pemilik warung manisan sedang bersilaturahmi ke rumahnya.
"Dia (pemilik warung) lagi main ke rumah saya, tapi saya sedang sholat Zuhur, nah pas rakaat keempat itu tiba-tiba ada yang teriak-teriak kebakaran," ujar Aima.
Kebakaran tersebut terjadi sangat cepat, sehingga barang-barang berharga yang ada di dalam warung tidak sempat terselamatkan.
"Tidak sampai 5 menit habis, di dalam warung itu ada kulkas, televisi, salon musik, sama sepeda anaknya," kata Aima. (CR14)
Area lampiran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kebakran1314124.jpg)