HIS

Musim Kemarau Air Terjun Temam Hilang

Manager Utama PT Linggau Bisa Roymartin mengaku, Air Terjun Temam susut sudah sejak awal bulan Agustus lalu semenjak memasuki musim kemarau.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Ray Happyeni
TRIBUNSUMSEL
Air Terjun Temam hilang selama bulan kemarau 

MEMASUKI musim kemarau keindahan air Terjun Temam Kelurahan di Kelurahan Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II 'sirna'.

Sejak satu bulan terakhir Sungai Apur sebagai sumber utama keindahan Air Terjun Temam susut.

Feri salah satu pengunjung asal Kota Palembang mengaku kecewa karena air terjun yang mereka lihat di media sosial (Medsos) begitu indah, kini hilang karena musim kemarau.

"Niatnya tadinya mau selfie sama keluarga, biasanya air terjunnya, cantik. Ini airnya surut, air sungainya juga surut, jadi kurang indahnya," ungkapnya pada Tribun Sumsel, Kamis (22/8/2019).

Manager Utama PT Linggau Bisa Roymartin mengaku, Air Terjun Temam susut sudah sejak awal bulan Agustus lalu semenjak memasuki musim kemarau.

"Dampaknya pengunjung sepi karena airnya kering, pengunjung datang semalam ingin foto tapi hanya kelihatan batunya saja," ungkapnya.

Tak adanya pasokan air yang berasal dari hujan, menyebabkan tak adanya panorama air terjun. Padahal air terjun ini menjadi daya tarik pengunjung yang datang.

"Normalnya Sabtu Minggu pengunjung yang datang 2.000-3.000 orang, kalau hari-hari biasa mencapai 5.00 orang, sekarang jauh berkurang," katanya.

Menurutnya, keringnya Air Terjun Temam sudah biasa terjadi setiap tahun, setiap memasuki musim kemarau. Ia pun berharap semoga dalam waktu dekat turun hujan.

"Kalau hujan sekali saja dalam satu bulan debitnya normal pengunjung ramai lagi," ungkapnya.(joy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved