Berita Viral
Viral Warnai Empat Jempol Anak Untuk Turunkan Demam, Ternyata Pakai Terapi ini
TRIBUNSUMSEL.COM - Viral Warnai Empat Jempol Anak Untuk Turunkan Demam, Ternyata Pakai Terapi ini
Penulis: Euis Ratna Sari | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Viral Warnai Empat Jempol Anak Untuk Turunkan Demam, Ternyata Pakai Terapi ini
Salah satu cara yang dianggap mampu menjadi cara mengobati panas demam anak baru-baru ini viral di media sosial.
Seorang bapak bernama Fajar Firmansyah mengunggah sebuah cara pengobatan yang cukup berbeda untuk menurunkan demam yang sedang melanda anaknya.
Fajar Firmansyah dalam akun media sosial Facebook nampak mengunggah foto keempat jempol tangan dan kaki anaknya yang diwarnai dengan tinta spidol berwarna biru.
Keempat jempol yang diwarnai tinta spidol itu ternyata dipercaya dapat meredakan panas tubuh sang anak.
Selain itu keempat jempol yang diwarnai tinta spidol itu merupakan salah satu teknik terapi.
"Si kecil lagi panas..
Drpda minum obat kimia, mending langsung Ambil spidol biru n warnain semua jempolnya..
Gak smpek 15 menit lgsg reda..
Masyaa Allah", tulisnya pada laman Facebook.
Melansir dari Kompas.com yang mengonfirmasi langsung kepada Fajar.
Tindakan itu merupakan salah satu teknik terapi Sujok.
"Benar. Ini saya pakai spidol white board. Ini ilmu (Sujok) saya pakai saat saya keadaan tidak membawa alat," ujar Fajar saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/8/2019).
Fajar Firmansyah juga diketarhui bekerja sebagai terapis yang khusus untuk pengobatan seperti bekam, guraj, ruqyah, Al Fashdu, terapi api dan terapi listrik.
Dalam terapi Sujok ternyata tidak dapat menggunakan sembarang warna.
Setiap warna diyakini memiliki gelombang tertentu yang dapat diterima tubuh melalui jalur energi.
"Warna memiliki gelombang tertentu yang diterima tubuh melalui jalur energi. Dengan memberi warna tertentu, maka tubuh akan menerima energi, yang digunakan sebagai bentuk terapi di bagian yang sakit," ujar Fajar.
Meski Fajar sendiri menggunakan tinta spidol sebagai terapi Sujok, ia mengatakan bahwa tindakan ini tidak harus dilakukan menggunakan spidol, atau bisa menggunakan alat warna yang non-toxic.