Sosok Cantik Gusti Nurul, Putri Keraton yang Berani Menolak Cinta Sutan Sjahrir Hingga Bung Karno
Sosok Cantik Gusti Nurul, Putri Keraton yang Berani Menolak Cinta Sutan Sjahrir Hingga Bung Karno
TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok Cantik Gusti Nurul, Putri Keraton yang Berani Menolak Cinta Sutan Sjahrir Hingga Bung Karno
Putri Mangkunegara VII, GRAy Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemowardhani, atau yang akrab disapa Gusti Nurul meninggal dunia di Bandung, Selasa (10/11/2015) pagi, pukul 08.20 WIB di Bandung pada usia 94 tahun.
Semasa hidupnya, Plt Pengageng Modropuro, Supriyanto Waluya mengatakan, Gusti Nurul merupakan pencetus pertama kali radio dan pernah diutus oleh ayahandanya untuk menari di hadapan Ratu Wilhelmina di Belanda sebagai kado pernikahan putri sang ratu.
Dilansir Kompas.com, Gusti Nurul yang lahir pada tanggal 17 September 1921 ini juga memiliki kecantikan yang luar biasa dan dikenal sebagai Kembang Mangkunegaran.
Beberapa tokoh bangsa, seperti Presiden Soekarno, Sultan Hameng Kubuwono IX, Sutan Sjahrir, hingga Kolon GPH Djatikusumo berlomba mendapatkan cintanya.
Namun, putri yang tumbuh besar di balik tembok keraton serta bersekolah di Belanda ini tidak suka poligami dan juga tak siap menikah dengan tokoh politik seperti Sutan Sjahrir.
Baru pada tanggal 24 Maret 1951 atau ketika berusia 30 tahun, Gusti Nurul menikah dengan seorang tentara yang masih sepupunya, Kolonel Surjo Sularso.
Seusai menikah, Gusti Nurul bersama sang suami menetap di Bandung dan hingga kini dikaruniai 7 anak, 14 cucu, dan 1 cicit.
Gusti Nurul, Cantik Alami berkat Warisan Leluhur
Ritual kecantikan para leluhur sederhana, tetapi memberikan khasiat jangka panjang. Kuncinya terletak pada ketelatenan merawat diri.
Inilah yang dialami sendiri oleh Gusti Nurul, putri Keraton Solo (Pura Mangkunagaran), anak tunggal KGPAA Mangkoenagoro VII dari permaisurinya, Gusti Kanjeng Ratu Timoer.
Kebiasaannya dalam merawat kecantikan saat tinggal di keraton diturunkannya kepada anak-anaknya. Alhasil, para perempuan bangsawan ini memiliki kulit cantik dan sehat terawat meski sudah sepuh.
Putri sulung Gusti Noeroel, BRAy Parimita Wiyarti mengatakan, meski sudah sepuh, Gusti Nurul yang saat itu berusia 92, masih menunjukkan karisma kecantikannya.
"Kulitnya keriput, tapi tidak terlalu keriput seperti orang seusianya. Masih terlihat karismanya, 'bekas' cantiknya," kata Parimita kepada Kompas Female di sela peluncuran buku Gusti Nurul di Jakarta, Rabu (16/4/2014).
Menurut Parimita, kebiasaan facial di rumah membuat kulit ibunya terlihat masih lebih muda dari usianya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/gray-siti-noeroel-kamaril-ngasarati-koesoemowardhani-atau-yang-akrab-disapa-gusti-nurul.jpg)