Tragis Perempuan Petempur ISIS Asal Indonesia Ditemukan Tewas di Suriah, Kondisinya Hamil 6 Bulan
Perempuan petempur ISIS yang disebut berasal dari Indonesia tewas dibunuh di kamp.Diketahui, perempuan tersebut sedang hamil enam bulan saat meningg
Kepada BBC, Omar mengatakan Kurdi kewalahan menghadapi ribuan orang yang keluar dari Baghuz.
Mereka berasal dari kurang lebih 50 negara.
Kurdi kemudian menahan sekitar 1.000 pejuang asing di sejumlah penjara.
Omar melanjutkan, hanya sedikit negara yang mau memulangkan kembali warganya yang bergabung dengan ISIS.
Hal ini semakin memperumit masalah yang ada.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, mengemukakan respons pemerintah atas masalah tersebut.
Menurut Suhardi, pemerintah belum mengambil keputusan apakah akan memulangkan WNI.
"Bukan sekadar memulangkan orang ini. Masalah ideologinya kan sudah keras, dan lain sebagainya, bagaimana kita bisa mereduksi ideologi itu, bagaimana treatmentnya, itu harus kita pikirkan dengan baik," kata Suhardi dalam diskusi 'Para Pengejar Mimpi ISIS: Layakkah mereka kembali?'
Jadi Militan ISIS, Bocah 11 Tahun Asal Indonesia Ini Tewas Terkena Ledakan Bom
Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia mengatakan kepada ayahnya, seorang militan Islam yang sudah dijatuhi pidana, bahwa dia ingin meninggalkan sekolah dan pergi ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam.
Anak laki-laki tersebut mengunjungi ayahnya di sebuah penjara keamanan maksimum saat istirahat dari Ibnu Mas'ud, pesantrennya, Syaiful Anam mengungkapkan dalam esai 12.000 kata tentang putra dan agamanya yang dipublikasikan secara online.
"Awalnya, saya tidak merespon dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak," tulisnya. "Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan kesediaannya berulang kali."
Hatf mengatakan kepada ayahnya beberapa teman dan guru dari Ibnu Mas'ud telah pergi untuk memperjuangkan Negara Islam dan "menjadi syahid di sana", Anam menulis.
Anam setuju untuk membiarkannya pergi, mencatat dalam esainya bahwa sekolah tersebut dikelola oleh "kawan yang berbagi ideologi kita".
Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada tahun 2015, bergabung dengan sekelompok pejuang Prancis.