Disbun Banyuasin Bagikan 24 Ribu Bibit Gratis

Sukseskan Program Petani Banyuasin Bangkit, Pemkab Bagikan Bibit Gratis ke Petani

Disbun Banyuasin Bagikan 24 Ribu Bibit Gratis
Sripo/ Alan Nopriansyah
Bupati Banyuasin Askolani 

 BANYUASIN, TRIBUNSUMSEL.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin akan membagikan 20.000 bibit karet dan 4200 bibit kelapa sawit secara gratis untuk petani di dua kecamatan sebagai upaya mewujudkan Program Petani Bangkit.

"Tahun ini, pemerintah menyediakan bibit karet dan kelapa sawit yang akan disalurkan dalam bentuk bantuan kepada petani,"  kata Kadin Perkebunan dan Peternakan Banyuasin,  Edil Fitriadi SP MSi didampingi Kabid Perkebunan Alamsyah, Kamis (1/8/2019)

Berdasarkan alokasi anggaran tahun 2019 ini, pihaknya akan menyalurkan bantuan sebanyak 20.000 bibit karet dan 4200 bibit kelapa sawit kepada kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Banyuasin.

Disebutkan Alamsyah, adapun desa yang akan menerima bantuan bibit karet yakni, Desa Pelajar dan Desa Sidang Mas Kecamatan Banyuasin 3 dengan lahan seluas 40 Hektar.

Selanjutnya, kelompok tani dari Kecamatan Muara Padang, Desa Purwodadi, dan Desa Daya Makmur akan menerima bantuan bibit kelapa sawit sejumlah 4200 bibit dengan lahan seluas 30 Hektar.

"Masyarakat yang menerima bantuan tersebut di katagorikan kurang mampu atau masyarakat yang mempunyai lahan tetapi kurang mampu untuk meningkatkan hasil produksi perkebunan," ujar Edil.

Diungkapkan Alamsyah, jika tidak ada kendala tahun depan, bantuan bibit tersebut akan dimaksimalkan dan bantuan yang lebih banyak lagi. Bantuan bibit gratis ini merupakan salah satu Program Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera melalui Program Petani Bangkit.

"Insyaallah kita akan dibantu bibit untuk 200 ribu hektar tahun 2020 yang akan disalurkan untuk petani. Dengan bantuan bibit ini, petani yang kurang mampu terbantukan. Karena kualitas bibit terjamin," tuturnya.

Untuk mendapatkan bantuan ini, masyarakat harus membuat usulan proposal dengan atasnama kelompok tani.

 "Petani dengan muda untuk mendapatkannya dengan syarat petani harus mengajukan proposal untuk mendapatkannya," jelasnya.

Terkait bibit unggul, Alamsyah menyebut memang banyak permintaan dari masyarakat untuk bibit unggul ini, hanya saja anggaran terbatas. "Solusinya kita minta bantuan dari Pemprov Sumsel dan Pusat untuk memenuhi permintaan masyarakat. Jadi, kita bertahap," tandasnya.

Editor: Erwanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved