Berita Palembang
Iri Konsumen Belanja ke Pedagang Lain, Pedagang di Pasar 7 Ulu Ancam Pasutri Ini
Tema (65 tahun), bersama suaminya Sattar (65), pedagang di Pasar 7 Ulu menjadi korban pengancaman oleh pedagang lain
TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG-Tema (65 tahun), bersama suaminya Sattar (65), pedagang di Pasar 7 Ulu menjadi korban pengancaman oleh pedagang lain.
Merasa terancam, keduanya melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT) Polresta Palembang, Selasa (30/7/2019).
Dihadapan petugas, Tema menuturkan, ia sudah sering menjadi korban pengancaman oleh Sa alias Ateng (65 tahun) dan anaknya Iv (20 tahun), warga Seberang Ulu I Palembang.
"Saya itu sudah sering diancam oleh Saidi ini, sudah tiga tahunan. Gara-garanya pasal jualan juga. Dia itu gak suka kalau ada orang yang beli jualan saya," kata Pria yang sehari-hari jual TV second di pasar 7 ulu ini.
• Santika Radial Hadirkan Menu Serba Iga dan Paket Menginap Hemat, Ini Harganya
Lalu sekitar dua hari lalu Minggu (28/7/2019), Saidi kembali mengancam Sattar dan kali ini ia diancam menggunakan pedang.
" Dia ngancam saya lagi nah kali ini pakai parang. Padahal TV second yang saya jual itu sudah tiga hari tidak ada yang beli. Nah baru waktu itu ada yang beli, namun dia ini tidak senang. Waktu itu saya masih ladeni mulut saja karena kita sama-sama tua," cerita Sattar.
Lalu pada Selasa (30/7/2019) tiba-tiba anak Saidi, yakni Ivan mendatangi tempat jualan Satta dan Tema dan langsung menganacam akan membunuh Sattar dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.
• BI Perwakilan Sumsel Gelar Festival Ekonomi Syariah Pada 3-5 Agustus 2019
"Saat dia datang posisi aku itu sedang makan, langsung di tumpahkannya makanan aku, dan dia bilang 'mana laki kau, sini aku sembelih'. Waktu itu dia sudah bawa pisau," kata Tema.
Pedagang lain yang berada tak jauh dari lokasi pun dengan sigap langsung menolong Tema dan merelai keduanya.
"Untung saat itu ada Ro, dia itu pedagang di dekat situlah, dia menyuruh Iv ini untuk menyimpan pisau yang dibawanya, dia bilang nanti ada polisi patroli yang lewat " kata Tema.
Saat itulah, Tema bersama suaminya langsung pergi dari tempat dagangannya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polreata Palembang.
• BREAKING NEWS, KPK Ngantor di Palembang, Pantau Pengawasan Pajak dan e Tax
"Posisi laki aku langsung aku suruh larindari situ, dan karena kami sudah tidak tahan lagi karena merasa terancam akhirnya kami laporkan kejadian ini ke polisi," katanya.
kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, melalui kepala SPKT AKP Heri, membenarkan adanya laporan korban terkait pengancaman.
" Benar terlah terjadi pengancaman menggunakan senjata tajam yang diali oleh pelapor, dan saat ini laporan telah diterima," kata Heri.
• Kisah Kalim, Warga Palembang Buka Rumah Makan Gratis, Niatnya Sedekah
Dikatakan Heri, laporan tersebut selankutnya akan segera ditindak lanjuti oleh unit reskrim Polresta Palembang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pasutri-pedagang-7-ulu.jpg)