7 Ketua DPC PDI Perjuangan Dicopot, Ini Penjelasan DPD Sumsel

Pencopotan jabatan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/ kota di Sumsel dalam Konfercab beberapa waktu lalu, merupakan kewenangan mutlak DPP

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yudha Rinaldi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumsel, memastikan adanya pencopotan jabatan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/ kota di Sumsel dalam Konfercab beberapa waktu lalu, merupakan kewenangan mutlak DPP PDI Perjuangan.

Hal ini diungkapkan Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yudha Rinaldi, terkait digantinya ketua ataupun rolling pengurus inti (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) PAC yang ada.

"Semua KSB DPC sudah terbentuk dan tinggal konsolidasi internal dalam menghadapi pilkada 2020."

"Ini sudah putusan DPP, dan bukan hak tabu ada pergeseran, jadi tidak ada alasan tidak terima, kalau tidak sreg (suka), silahkan mundur, tapi sekarang tidak ada kader yang menolak," kata Yudha Rinaldi, Minggu (21/7/2019).

Menurut Yudha, hasil penunjukkan KSB DPC setelah dilakukan evaluasi oleh DPP, berkaca pada hasil Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) pada April lalu.

Ini Nama Pengurus DPC dan DPD Hasil Konfercab dan Konferda PDI Perjuangan se-Sumsel Tahun 2019

"Jadi, ini semata- mata dalam rangka penguatan internal partai, setelah ditunjuk tinggal konsolidasi. Semua berdasarkan hasil evaluasi perolehan suara Pileg dan Pilpres lalu didaerahnya, keaktifan, kontribusi serta upaya menepis berita miring ke partai. Termasuk juga hasil psikotes dari pimpinan tersebut," tandasnya.

Mantan anggota DPRD Sumsel ini menambahkan, dari pengurus inti (KSB) di 17 Kabupaten/ kota se Sumsel, terdapat 7 daerah yang dirombak kepengurusannya, karena dinilai "gagal" ataupun perlu penyegaran.

Yaitu, Palembang, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Prabumulih, Lahat dan Muba.

"Salah satunya faktornya kalah Pileg di daerah itu, sehingga perlu evaluasi dan pergantian personalnya," beber Yudha.

Ia juga menepis anggapan, jika penetapan pengurus inti ini karena ada persaingan terselebung, ataupun adanya ketidak sukaan kepada pengurus tertentu.

Seperti yang terjadi di DPC kota Palembang. Meski Yulian Gunhar saat diusulkan hanya didukung satu dari 18 PAC yang ada, nyatanya ia yang ditunjuk oleh DPP.

Ada anggapan itu saya rasa salah, karena DPP tidak ingin ada dukung mendukung kandidat tertentu, sebab hal itu akan menimbulkan friksi ditubuh partai sehingga penunjukkan dilakukan DPP.

Selain Palembang ada juga di OKU Timur, Syarnubi dan OKU nama Fahlevi Maizanp yang mendapat mandat menjabat ketua DPC. Dimana awalnya tidak diusulkan PAC satupun tapi nyatanya mereka dianggap DPP paling layak," tandasnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumsel II, Yulian Gunhar ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan kota Palembang, meski hanya diusulkan 1 PAC. Yulian menggantikan posisi ketua sebelumnya, Zulfikri Kadir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved