Siswa SMA Taruna Indonesia Tewas

Wiko Tewas Setelah Ikut MOS, Pihak Sekolah Taruna Indonesia Belum Ada Yang Temui Keluarga

Rumah duka almarhumah Wiko Jerianda, siswa SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus yang diduga meninggal karena menjadi korban kekerasan

Wiko Tewas Setelah Ikut MOS, Pihak Sekolah Taruna Indonesia Belum Ada Yang Temui Keluarga
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Sumsel Widodo, kepala bidang SMA dinas pendidikan (Disdik) Sumsel Boni Syafrian dan beberapa kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sumsel, mendatangi rumah duka almarhumah Wiko, Sabtu (20/7/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rumah duka almarhumah Wiko Jerianda, siswa SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus yang diduga meninggal karena menjadi korban kekerasan saat mengikuti Masa Orientasi Siswa di sekolahnya, terus didatangi para pelayat, Sabtu (20/7/2019).

Keluarga, kerabat, sahabat dan tetangga terus saja silih berganti mendatangi rumah duka yang ingin secara langsung menyampaikan rasa belasungkawa.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum terlihat satupun perwakilan SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus yang hadir di rumah duka.

Sekolah di SMA Taruna Indonesia Jadi Jembatan Wujudkan Impian Wiko menjadi TNI, Tapi Malah Begini

BREAKING NEWS : Jenazah Wiko Korban Kekerasan MOS SMA Taruna Indonesia Dimakamkan Pagi ini

Firli Darta selaku kuasa hukum keluarga Wiko berujar, sejak Wiko dirawat di rumah sakit pada Sabtu (13/7/2019), belum ada satupun pihak SMA Taruna Indonesia seperti kepala sekolah, guru dan teman-teman Wiko yang datang membesuknya.

"Tapi, dari pihak yayasan sudah ada yang membesuk Wiko," ungkapnya.

Dikatakan Firli, pihak yayasan sekolah Taruna Indonesia selama ini bersikap terbuka dan mempersilahkan sepenuhnya untuk dilakukan investigasi secara mendalam terkait persoalan ini.

"Tapi dari pihak sekolah tertutup dan belum ada yang menemui kami,"ujarnya.

Sementara itu, pantauan Tribunsumsel.com, jajaran dinas pendidikan Sumsel terlihat telah hadir di rumah duka sejak pagi hari.

Mulai dari kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Sumsel Widodo, kepala bidang SMA dinas pendidikan (Disdik) Sumsel Boni Syafrian dan beberapa kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sumsel.

"Nanti saja (memberikan komentar), tunggu pak gubernur dulu,"kata kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Sumsel Widodo saat didekati awak media.

Sebelumnya, saat ditemui di Griya Agung, Jumat (19/7/2019), Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan dirinya akan melayat ke rumah duka.

"InnalilahiwainnailaihiRojiun, Insya Allah setelah acara pagi besok (hari ini), saya akan melayat ke rumah duka,"ujarnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved