Berita OKI

Update Perbaikan Jembatan Pematang Panggang OKI, Diprediksi 4-5 Juli Bisa Normal Dilewati

Progres perbaikan Jembatan Pematang Panggang di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Ogan Komering Ilir (OKI) sudah mencapai 85 persen

Update Perbaikan Jembatan Pematang Panggang OKI, Diprediksi 4-5 Juli Bisa Normal Dilewati
DIRLANTAS POLDA SUMSEL
Suasana perbaikan Jembatan Pematang Panggang, yang menjadi akses Provinsi Sumsel dan Provinsi Lampung melalui Jalur Lintas Timur beberapa hari lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Progres perbaikan Jembatan Pematang Panggang di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Ogan Komering Ilir (OKI) sudah mencapai 85 persen.

Jembatan yang menghubungkan Provinsi Sumsel dan Lampung, putus Senin (17/6/2019) lalu.

Sebenarnya instansi terkait sudah membangun jembatan sementara tepat di samping Jembatan Pematang Panggang yang tengah diperbaiki tersebut.

Hanya saja masih diberlakukan sistem menyeberang secara bergantian alias tak bisa dilewati langsung oleh dua lajur.

"Dan itu hanya terbatas untuk kendaraan kecil, tidak bisa truk bermuatan barang. Kalau bermuatan barang, tetap melewati jalur lintas tengah," ujar Direktur Lantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro, Minggu (30/6/2019).

PDI Perjuangan Palembang Gelar Rakercab, Agendakan Pemilihan Ketua Baru Periode 2019-2024

Ia mengatakan, jembatan sementara tersebut cukup efektif dan lancar meski dibuka bergantian.

Justru yang tinggi arus lalu lintasnya, ialah di Jalur Lintas Tengah yang jadi jalur peralihan.

Pihaknya memprediksi, pada tanggal 4 - 5 Juli nanti kemungkinan jembatan tersebut sudah bisa dilewati.

Selagi menunggu jembatan dibuka kembali, pihaknya mengarahkan agar kendaraan berat bermuatan barang masih melewati jalan lintas tengah.

"Ada petugas-petugas kita yang standby di beberapa titik khususnya di jalur lintas tengah. Seperti Kabupaten OKU, Tanjung Enim dan lain-lain," ungkapnya.

Belum Banyak Diketahui, Wisata Air Terjun Curug Tinggi Musirawas Masih Alami, Sejuk dan Air Jernih

Hal tersebut untuk mencegah agar tak terjadi hal yang tak diinginkan di jalur lintas tengah Sumsel, seiring naiknya arus lalu lintas di sana pasca pengalihan jalur.

Pihaknya saat ini mengklaim, belum ada peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalur lintas tengah itu.

"Sejauh ini, paling kendaraan patah as, ban kendaraaan besar masuk parit, seperti itu. Tapi kalau kecelakaan tidak ada," jelasnya. (SP/ Resha)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved