Januari-Juni Total Titik Hotspot di Sumsel Mencapai 244 Titik

Di tahun 2019 ini titik hotspot sudah terlihat sejak Januari hingga Juni. Titik hotspot terbanyak ada di Ogan Komring Ilir (OKI) dengan total 49 titik

Januari-Juni Total Titik Hotspot di Sumsel Mencapai 244 Titik
Tribun Sumsel
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Di tahun 2019 ini titik hotspot sudah terlihat sejak Januari hingga Juni. Titik hotspot terbanyak ada di Ogan Komring Ilir (OKI) dengan total 49 titik hotspot dari Januari-Juni 2019, diikuti Muara Enim ada 37 titik hotspot dan Muba 35 titik hotspot.

"Jumlah titik hotspot yang terpantau paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten OKI dengan 49 titik. Titik hotspot yang muncul 80 persen berpotensi sebagai kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah melalui Kabid Penanganan Kedaruratan Ansori, Kamis (27/6/2019).

Berdasarkan data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bahwa total titik hotspot di bulan Januari-Juni 2019 mencapai 244 titik yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota. Sementara tahun lalu di periode yang sama mencapai 201 titik.

Jumlah titik hotspot diprediksi bakal lebih meningkat di bulan berikutnya. Sebab berdasarkan predisksi BMKG puncak kemarau terjadi di Agustus hingga September mendatang.

Prediksi peningkatan titik panas itu, lanjut juga terlihat dari data dari tahun lalu. Dimana terjadi peningkatan titik panas yang cukup signifikan di periode Agustus dengan 264 titik, September sebanyak 673 titik, dan Oktober sebanyak 663 titik.

"Terjadinya titik hotspot ini bisa juga berasal dari tanah mineral seperti yang terjadi di kawasan Mura dan Lahat. Namun rata-rata disebabkan aktifitas di tanah mineral, bukan lahan gambut seperti di kawasan OI, Banyuasin, OKI dan Muba," katanya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved