Sulaiman alias Rian Wek, Jambret Jakabaring Dituntut Jaksa 2 Tahun Penjara

Terdakwa Sulaiman alias Rian Wek (22) langsung tertunduk lesu di hadapan majelis hakim saat mendengar jaksa penuntut umum (JPU

Sulaiman alias Rian Wek, Jambret Jakabaring Dituntut Jaksa 2 Tahun Penjara
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Terdakwa Sulaiman alias Rian Wek (22) langsung tertunduk lesu di hadapan majelis hakim saat mendengar jaksa penuntut umum (JPU) menuntutnya dengan kurungan dua tahun penjara. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terdakwa Sulaiman alias Rian Wek (22) langsung tertunduk lesu di hadapan majelis hakim saat mendengar jaksa penuntut umum (JPU) menuntutnya dengan kurungan dua tahun penjara.

Pemuda yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini, harus berurusan dengan hukum karena telah menjambret seorang pengendara motor yang tengah melintas di kawasan Jakabaring Palembang.

Sidang digelar di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang dengan ketua majelis hakim Achmad Syaripudin SH MH, Rabu (26/6/2019).

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 363 Ayat (1) ke 4 KUHP, maka dengan ini terdakwa dituntut 2 tahun penjara," JPU M Arief Budiman SH.

Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut terdakwa selama proses persidangan berlangsung.

Namun terlihat jelas raut muram di wajah warga kecamatan sebarang ulu 1 kota Palembang ini.

Sementara itu dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa melakukan aksi kejahatannya pada Kamis (25/10/ 2018) sekira pukul 13.30 WIB.

Saat itu terdakwa sedang bersama Arianto (DPO) dan hendak pulang dari OPI Mall dengan mengendarai sepeda motor.

Namun ditengah perjalanan, mereka berdua melihat saksi korban Della Roji'ah tengah melintas dengan menggantungkan dompet HP di bawah stang sepeda motor miliknya.

Lantas muncul niat dari terdakwa dan Arianto (DPO) untuk menjambret barang tersebut. Kemudian tindakan tersebut benar-benar dilakukan oleh keduanya.

Setelah berhasil, mereka lantas membagi hasil kejahatan yang dilakukannya.

Dimana, terdakwa mengambil telepon genggam sedangkan Arianto (DPO) mengambil uang milik korban.

Akibat perbuatan keduanya, saksi korban Della Roji'ah mengalami kerugian sekitar RP.7 juta.

Atas perbuatannya, kini terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dibalik jeruji besi.(cr8)

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved