Berita Mura

Hanya Punya 4 Armada Pengangkut Sampah, Pemkab Musirawas Kewalahan Angkut Sampah Warga

Akhir-akhir ini para pengguna jalan yang melintas di Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) kerap mengeluh oleh tumpukan sampah

Hanya Punya 4 Armada Pengangkut Sampah, Pemkab Musirawas Kewalahan Angkut Sampah Warga
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Suasana saat mobil pengangkut sampah membuangnya di TPA Simpang Gegas, Kabupaten Musirawas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Akhir-akhir ini para pengguna jalan yang melintas di Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) kerap mengeluh oleh tumpukan sampah yang jarang diangkut.

Terlihat di dalam boks sampah tersebut, berbagai sampah dibuang warga menjadi satu.

Termasuk sampah organik dan sampah bekas ternak.

Kotak sampah itu menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan warga.

Dari 14 kecamatan di Kabupaten Mura, Kecamatan Tugumulyo penyumbang sampahnya paling banyak dibandingkan lima kecamatan lainnya.

"Yang diangkut hanya enam kecamatan saja dan yang paling banyak di Kecamatan Tugu Mulyo," ungkap Kabid Pengelolahan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Racun‎, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sri Lastusi, Rabu (26/6/2019).

Menurutnya, banyaknya sampah di Kecamatan Tugu Muyo sesuai dengan lokasi.

Bahkan pengangkutan kalah dengan banyaknya sampah yang di buang warga ke lokasi tersebut.

"Terhitung Januari hingga Mei 2019 jumlah volume sampah di enam kecamatan dan pendopoan rumah bupati berjumlah 4,6 ribu ton. Sementara volume sampah perbulan secara mormal sebanyak 12 ton," ungkapnya.

Sri menuturkan, tidak bisa memungkiri jika pengangkutan sampah belum bisa maksimal karena kondisi armada hanya ada empat mobil pengakut dan terbagi menjadi empat tim dengan jumlah 12 orang pengangkut.

“Setiap tahunnya kita selalu mengajukan bantuan berupa penambahan armada. Karena idealnya untuk memaksimal pengangkutan sampah kita butuh 12 mobil sampah," terangnya.

Sri menambahkan, Kabupaten Mura saat ini hanya memiliki 25 Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Jumlah itu sebenarnya belum ideal karena di lokasi tersebut sampah masih banyak menumpuk.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved