Sektor FLPP Tunjukkan Kinerja Positif Perum Jamkrindo Palembang
Meski secara keseluruhan bisnis industri penjaminan belum begitu baik, namun ada beberapa sektor penjaminan yang dinilai menunjukkan kinerja positif
Penulis: Arief Basuki Rohekan |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski secara keseluruhan bisnis industri penjaminan belum begitu baik, namun ada beberapa sektor penjaminan yang dinilai menunjukkan kinerja positif.
Salah satunya yakni sektor fasililitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi.
Kepala Cabang Perum Jamkrindo Palembang, Trio Witarko mengatakan, di semester I/2019 bisnis penjamian secara umum belum begitu baik atau masih lesu.
• Maraknya Hoaks Rekrutmen ASN, Kenali Ciri Berkas Palsu Mengatasnamakan Instansi Pemda dan BKN
• Cerita Rakyat, Inilah 3 Daerah di Indonesia yang Diyakini Sebagai Kampung Gaib, Ada Suku Limun
• Satpol PP Palembang Tertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di BKB Selama 3 Hari Kedepan
• Viral Foto Keponakan Dewi Perssik, Rosa Meldianti Saat Kecil, Meldi : dari Buto Ijo Jadi Cinderella
Sampai dengan 21 Juni, volume penjaminan baru mencapai 45,04 persen dari target tahun ini sebesar Rp 5,1 triliun.
"Tapi ada beberapa sektor yang menorehkan catatan positif. Yakni, penjaminan flpp yang sudah 128 persen dan penjaminan pembiayaan invoice sudah 101 persen target semester satu," kata Trio, Jumat (21/6/2019).
Trio menerangkan, artinya kredit perumahan dan mitra dari perbankan tidak terlalu berpengaruh terhadap iklim politik.
Sehingga realisasinya juga melesat. Hal berbeda justru terlihat pada produk penjaminan surety bond, yang mana hingga tengah tahun belum begitu bergairah.
"Penyebabnya masih banyak proyek-proyek besar di daerah belum berjalan seperti seharusnya," ucapnya.
Kondisi hampir serupa juga terjadi pada penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbakan yang menjadi salah satu sektor penopang volume penjaminan kredit selama ini.
"Sumbangsih dari KUR sendiri sejauh ini baru sekitar 22 persen kepada volume penjamian," bebernya.
Meski begitu, Trio tetap optimis jika sampai dengan akhir buku semester pertama ini volume penjaminan dapat menyentuh target minimal 50 persen.
Hal itu merujuk pada penjaminan eksisting yang masih berjalan baik.
"Kan masih ada waktu hingga akhir bulan, kami yakin target tetap tercapai," tandasnya.
Trio menambahkan, tahun ini pihaknya masih memfokuskan untuk mengembangkan sinergi BUMN untuk mendongkrak volume penjaminan.
Salah satu contoh yang telah terjalin yakni kerjasama penjaminan kepada distributor PT Semen Baturaja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jamkrido12345.jpg)