Breaking News: Bupati Banyuasin Askolani Lamar Dokter Sri Fitriyanti Hari Ini

Bupati Banyuasin H.Askolani akan resmi melamar calon istrinya, dr Sri Fitriyanti (26) hari ini, Kamis (13/6/2019).

Tayang:
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
Sripo/ Alan Nopriansyah
Bupati Banyuasin Askolani 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bupati Banyuasin H.Askolani akan resmi melamar calon istrinya, dr Sri Fitriyanti (26) hari ini, Kamis (13/6/2019).

Informasi ini diperoleh Tribunsumsel.com dari Staff Khusus Bupati Banyuasin Bidang Media, Syaifuddin Zuhri.

"Iya benar, hari ini akan ada acara lamaran bertempat di rumah calon mempelai perempuan yang ada di jalan macan kumbang,"katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Pria yang kerap disapa Udin itu menuturkan, sebelum menggelar lamaran, H. Askolani dan keluarganya akan menggelar pengajian terlebih dahulu dikediaman pribadinya.

"Jadi sebelumnya ada acara yasinan, semacam acara adat permohonan pamit dari pak Bupati pada almarhumah istri pertamanya di pusara. Setelah itu akan dilanjutkan dengan acara lamaran,"ucapnya.

Masih kata Syaifuddin, pihaknya saat ini tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran acara sakral tersebut.

Sebelumnya, 

Seperti diketahui, Hj Heryati Bin M Sa'ari Said, istri Bupati Banyuasin H Askolani, meninggal dunia di RS Siloam, Palembang, Kamis (18/10) sekitar pukul 21. 20 WIB.

Mantan anggota DPRD Banyuasin itu wafat setelah berjuang melawan penyakit kanker yang diderita sejak dua tahun terakhir.

Sebelum wafat almarhumah dirawat selama satu minggu dan telah menjalani pengobatan medis hingga ke luar negeri yakni Malaysia dan Singapura.

Pernikahan Askolani dan Heryati membuahkan lima anak, yaitu M Syarif Hidayatullah Askolani Putra, Nabila Askolani Putri, Siti Aisyah Askolani Putri, Nadira Askolani Putri, dan si bungsu Nurul Khoirul Nisa.

Pada malam takziah ke-3, H Askolani menyampaikan kata sambutan mewakili keluarga.

"Pada takziah malam pertama dan kedua selalu diwakili Pak Wabup H Slamet, karena saya belum kuat untuk menyampaikannya. Tetapi malam ini saya sendiri, saya kuat-kuatkan, karena anak-anak saya kuat dan mereka tegar," ungkap Askolani dengan suara serak dan membuat para jemaah ikut menangis.

Lebih lanjut dia berujar,"Sungguh berat cobaan ini, namun semua ini sudah ketentuan Allah, dan tidak ada pilihan harus kami terima dengan ikhlas."

"Maafkan istri saya, mohon doanya semoga almarhummah ditempatkan di surganya NYA," harapnya.

Askolani menjelaskan, bahwa Istrinya Hj Heryati memang sudah menderita sakit selama dua tahun terakhir ini. 
"Dibilang sakit dia sehat namun dibilang sehat tapi sakit itu kondisi almarhumah. Sehari sebelum meninggal, saya sempat membatalkan beberapa agenda acara karena ingin menemani dia di rumah sakit. Namun almarhumah bilang dia sehat dan minta saya tetap pergi untuk memenuhi agenda acara. Almarhumah selalu meminta saya mementingkan kepentingan tugas sebagai Bupati dibanding kepentingan dia pribadi," kata Askolani.

Dengan derai air mata, orang nomor satu di Banyuasin mengisahkan anak bungsunya Nisa yang sempat bertanya siapa yang akan buat susu untuk dia. Ini pada saat jenazah almarhuma akan dimasukan ke liat lahat.

"Saya jawab nanti ayah yang buat, jawab Nisa ngak usah yah, biar adek buat sendiri, sedih saya air mata ngalir sendiri, dan oleh dia disapunya pakai tisu," ungkap H Askolani sedih. (hanafijal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved