Fakta Satu Keluarga Keracunan Asap Genset: Ternyata Rumah Belum Ada Listrik PLN

Satu keluarga di jalan Rawa Jaya RT 10 RW 03 Kelurahan Talang Tambe kecamatan Sukarami Palembang diduga menjadi korban keracunan asap mesin genset

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Jenazah Marpel (10) yang diduga menjadi korban keracunan genset di rumahnya, masih berada di rumah sakit Bhayangkara, Senin (10/6/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Satu keluarga di jalan Rawa Jaya RT 10 RW 03 Kelurahan Talang Tambe kecamatan Sukarami Palembang diduga menjadi korban keracunan asap mesin genset di rumahnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda mengatakan pihaknya saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap kejelasan penyebab kejadian tersebut.

"Kasus itu masih dalam penyelidikan. Hanya saja kemungkinan dikarenakan rumahnya belum ada listrik, jadi yang bersangkutan pakai genset. Dugaan sementara mereka keracunan oleh asap genset yang masuk lewat kamar mandi," ujarnya.

Kata Rivanda, saat ini pihaknya juga masih menunggu keterangan dari orang tua Marpel yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Mohammad Hoesin Kota Palembang.

Suami Istri Korban Keracunan Asap Genset Masih Dirawat di RSMH, Sang Anak Meninggal Dunia

Satu Keluarga Keracunan Asap Genset, Orangtua Belum Tahu Marpel Meninggal Dunia

Rumah Tempat Satu Keluarga Diduga Keracunan Genset, Baru Dihuni Seminggu, Pakai Genset Hingga Malam

"Namun saat ini kedua orang tua Marpel belum bisa dimintai keterangan dikarenakan kondisinya yang belum stabil. Jadi kami masih menunggu keadaan mereka membaik dulu,"ujarnya.

Terpisah, jenazah Marpel (10) telah selesai menjalani visum luar oleh tim forensik rumah sakit Bhayangkara kota Palembang.

Saat diwawancarai awak media, dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, Kompol dr Mansuri Spkf mengatakan, dari hasil pemeriksaan diduga kuat Marpel tewas dikarenakan keracunan.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah. Namun terdapat perubahan warna di kulitnya dan itu menurut kita karena keracunan," ujarnya.

Sementara itu, keluarga Marpel langsung membawa jenazahnya ke Kecamatan Bayung Lencir Musi Banyuasin untuk segera dimakamkan.

Sementara itu, 

Hingga kini, kedua orang tua Marpel (10) belum mengetahui bahwa anak semata wayang mereka tersebut telah tewas diduga akibat keracunan genset.

Hal ini dikarenakan pihak keluarga takut kabar duka ini dapat berakibat buruk pada kondisi Dedi Susanto (32) dan Sri Wulandari (29), orang tua Marpel yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Mohammad Hoesin Kota Palembang.

Sebelumnya diketahui, satu keluarga tersebut diduga keracunan mesin genset di rumah barunya yang bertempat di salah satu perumahan jalan Rawa Jaya kelurahan Talang Jambe Kota Palembang.

"Kami tidak tega harus kasih kabar meninggalnya Marpel," kata Anton Sawiran (33), paman Marpel, Senin (10/6/2019).

Dia menuturkan, saat ini kedua orang tua Marpel masih dalam perawatan intensif.

 Breaking News: Anak Semata Wayang Meninggal Dunia, Satu Keluarga Keracunan Asap Genset di Palembang

Terutama Dedi Susanto, ayah Marpel yang hingga berita ini diturunkan masih dalam kondisi kritis.

"Kalau adik saya (ibu Marpel) sudah sadar, tapi masih lemas dan belum terlalu bisa diajak bicara,"katanya.

Anton menuturkan, sehari sebelumnya dia bersama korban Dedi Susanto sempat membeli nasi disalah satu rumah makan yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

"Sore lusa kemarin saya menemani Dedi beli nasi untuk keluarganya. Setelah itu kami masuk ke rumah masing-masing. Nah, besoknya saya curiga kenapa mereka tidak ada yang keluar rumah. Akhirnya kami dobrak pintu dan melihat mereka sudah terkapar di rumahnya,"ucap Anton.

Kata Anton, ketiga korban ditemukan dalam satu ruang kamar tidur yang sama.

Korban Dedi dan Sri ditemukan dalam kondisi terlentang. Sedangkan Marpel, anak mereka ditemukan dalam kondisi terlungkup.

"Di mulut mereka sudah mengeluarkan busa dan bercampur nasi. Darah juga sudah keluar dari hidungnya,"ujarnya.

Itulah sebabnya, pihak keluarga belum yakin terkait penyebab pasti sumber keracunan yang dialami ketiga korban.

"Apakah karena genset atau karena nasi yang sore itu sempat kami belum, saya juga belum tahu. Karena saya tidak ikut beli nasi itu, jadi belum berani memastikan apa-apa,"ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan luar di rumah sakit Bhayangkara, rencananya jenazah Marpel akan dibawa ke kecamatan Bayung Lencir Musi Banyuasin untuk segera dimakamkan.

"Kalau bisa secepatnya, kasihan dia kalau lama-lama dikuburkan," kata Anton.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved