Hari Lebaran, Harga Jengkol di Muaradua Meroket
Lonjakan harga juga terjadi pada buah petai yang semula harganya berkisar Rp 20 ribu per-ikat kini naik Rp 50 ribu per-ikatnya.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Memasuki hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, harga sayur-sayuran di pasar tradisional Saka Selabung Kota Muaradua, meroket tajam hingga mengalami kenaikan 100 persen atau dua kali lipat, Rabu, (5/6/2019).
Informasi dihimpun dilokasi harga sayuran seperti jengkol, mengalami kenaikan mencapai 90 persen, sebelumnya tepatnya tiga pekan lalu, jengkol Rp 40 ribu perkilogram, saat ini mencapai Rp 70 ribu per kilogram.
Kemudian sayuran jenis rampai yang biasanya Rp 4 ribu kini dua kali lipat mencapai Rp 8 ribu, kangkung yang biasa Rp 2 ribu kini mencapai Rp 4 ribu.
Lonjakan harga juga terjadi pada buah petai yang semula harganya berkisar Rp 20 ribu per-ikat kini naik Rp 50 ribu per-ikatnya.
“Rampai dan jenis sayuran yang lain sekarang dikirim dari Liwa juga sedikit, mungkin karena suasana menjelang lebaran ini,” ujar Cikyam, salah seorang pedagang sayur di Pasar Saka Selabung, Rabu, (05/6/2019).
Ditambahkannya, bahwa kenaikan harga sayur mayur ini diprediksi berlangsung selama sepekan maksimal dua pekan kedepan setelah hari raya.
“Biasanya harga yang melambung ini akan berlangsung sampai seminggu setelah lebaran, Setelah itu baru kembali normal seperti biasa.” tambah Cikyam
Selain itu lonjakan harga akibat pasokan dari petani setempat nyaris tidak ada.
Belakangan ini sejumlah komoditas sayuran dipasok dari luar daerah seperti liwa (Lampung Barat), OKU Timur serta sejumlah wilayah lainnya di wilayah tersebut. (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pedagang-sayur-mayur.jpg)