Walikota Pagaralam Protes Penambalan Jalan oleh BBPJN, Bergelombang dan Bahayakan Pemudik

Jelang arus mudik hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Sumatera Selatan (Sumsel) mulai

Walikota Pagaralam Protes Penambalan Jalan oleh BBPJN, Bergelombang dan Bahayakan Pemudik
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
TAMBAL JALAN : Tampak petugas dari Balai Besar Jalan dan Jembatan Sumsel sedang melakukan perbaikkan jalan dengan melakukan tambal jalan disepanjang jalur mudik Lahat-Pagaralam, Kamis (30/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM PAGARALAM - Jelang arus mudik hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Sumatera Selatan (Sumsel) mulai melakukan perbaikkan sejumlah jalan yang akan dilalui para pemudik.

Perbaikkan juga dilakukan dijalur mudik menuju Kota Pagaralam. Perbaikkan dimulai disepanjang jalan dari Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam sampai keperbatasan Provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Manna.

Pantauan di lokasi Jumat (31/5/2019) menybutkan, perbaikkan jalan dilakukan dengan tambal sulam. Kondisi jalan yang berlubang saja yang ditambal sulam.

Namun sayangnya kondisi tambal sulam yang dilakukan tidak rata dengan jalan aspal sebelumnya.

Kondisi ini membuat jalan menjadi bergelombang.

Petugas pengawasan perbaikkan jalan, Andri membenarkan jika perbaikkan tambal sulam ini dilakukan untuk menyambut arus mudik.

"Ini perbaikkan untuk menyambut arus mudik. Jalan yang rusak kita tambal sulam agar para pemudik nyaman saat melintas," ujarnya.

Perbaikkan dilakukan mulai dari Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam sampai keperbatasan Provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Manna.

"Perbaikkan yang kita lakukan hanya perbaikkan ringan saja pak. Yaitu hanya menambal jalan yang berlubang. Sedangkan untuk perbaikkan berat seperti longsor atau amblas belum kita lakukan," katanya.

Sementara itu, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni sempat memprotes pekerjaan tambal sulam yang dilakukan pihak BBPJN tersebut. Pasalnya pengerjaannya terkesan asal-asalan.

Kondisi jalan bukannya menjadi nyaman dilewati namun semakin membahayakan.

"Seharusnya dilakukan tambal sulam dengan rata dengan aspal sebelumnya. Namun sayangnya yang ada saat ini jalan menjadi bergelombang karena tambalannya tidak rata. Bahkan ketinggiannya bisa menyebabkan kecelakaan," ujarnya.(one)

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved