Berita Palembang

Pengusaha H Halim Beri Contoh Cara Menyelesaikan Masalah Tanpa Harus Ribut-ribut

Tokoh masyarakat Sumsel Kms HA Halim Ali, angkat bicara menyikapi kondisi yang terjadi di tengah masyarakat pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019

Pengusaha H Halim Beri Contoh Cara Menyelesaikan Masalah Tanpa Harus Ribut-ribut
ISTIMEWA
Gubernur dan rombongan pada acara di rumah Kemas. H.A. Halim Ali yang berpusat di Graha Kanzul Munawir Binurris Sholat (Graha Dakwah Al-Halim) Jl. Dr. M. Isa No. 01 Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tokoh masyarakat Sumsel Kms HA Halim Ali, angkat bicara menyikapi kondisi yang terjadi di tengah masyarakat pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sebagai sosok panutan yang ditokohkan tak hanya karena kedermawanannya, H Halim memberikan contoh itu saat acara haul kedua orang tuanya sekaligus berbuka puasa bersama.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Safari Ramadan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel di Gedung Al-Halim Kanzul Munawwir, pengusaha 82 tahun ini dengan lantang berbicara.

“Yang hadir disini sebagian besar ulama di Kota Palembang termasuk dari unsur umaro dan pengusaha serta masyarakat, kalau ada persoalan semuanya bisa dibicarakan di sini."

"Silahkan ini dijadikan contoh bagaimana pendekatan yang kita lakukan, kalau sudah begini tidak ada persoalanya yang tidak bisa diselesaikan,” kata H Halim.

Herman Deru Pastikan Tol Kapalbetung Siap Dilintasi Pemudik, Persingkat Jarak 50 persen

Pria yang berusia 82 tahun itu menceritakan, di era tahun 1970-an ketika dipimpin Gubernur HA Bastari dilanjutkan oleh H Asnawi Mangku Alam, Pemprov Sumsel juga pernah melaksanakan safari ramadan mengajak umaro, ulama juga pengusaha.

Empat pengusaha di Sumsel yang dilibatkan kala itu mewakili etnis berbeda, terdiri dari Abi Hasan Said mewakili etnis OKI dan OKU, H Rozak mewakili etnis India dan Arab,

Kemudian Hidayat Amin mewakili etnis Muara Enim, Lahat dan Pagaralam serta dirinya yang mewakili etnis Palembang.

“Berkat kekompakan tiga elemen tersebut hampir tidak pernah terjadi keributan seperti sekarang ini, kecuali saat zaman kasino adalah ribut-ribut sedikit. Beda di zaman sekarang sedikit-sedkit ribut."

"Makanya kalau jadi pengusaha jangan pelit, tanyakan apa masalah cukupi kebutuhannya itu sudah lebih dari cukup,” ucapnya yang saat itu didampingi Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara.

Pemkot Lubuklinggau Siapkan Tempat Pijat di Rest Area Jalan Ahmad Yani 

Hal senada disampaikan pula oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Sementara itu, usai sholat Isya dilanjutkan sholat Tarawih berjamaah yang diimami oleh da’i kondang Syech Ali Jaber yang sekaligus juga menyampaikan tausiyah.

Dalam tausiyahnya, Ali Jaber mengingatkan arti pentingnya nikmat keamanan bagi sebuah negara yang sejatinya tidak hanya tugas dari aparat keamanan melainkan tugas bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Kita tentu tidak ingin negara Indonesia menjadi seperti negara-negara di Timur Tengah dimana sebetulnya awal mula terjadinya perpecahan diikuti dengan peperangan di sana karena perbedaan pandangan politik."

"Hal semacam ini jangan sampai terjadi di Indonesia untuk itulah peran ulama, umaro termasuk pengusaha dan elemen masyarakat lainnya menjaga itu,” sebutnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved