Massa Demo Tuntut OTT Muba Diusut Tuntas, Kejati: Kami Tak Pernah Terima Berkas

Ratusan massa yang tergabung dalam gerakan pemuda peduli Muba menggelar aksi demo di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sumsel, Selasa (28/5/2019).

Massa Demo Tuntut OTT Muba Diusut Tuntas, Kejati: Kami Tak Pernah Terima Berkas
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Gerakan pemuda peduli Muba menggelar aksi demo di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sumsel, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ratusan massa yang tergabung dalam gerakan pemuda peduli Muba menggelar aksi demo di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sumsel, Selasa (28/5/2019).

Dengan semangat yang membara, mereka menggelar aksi di Kejati untuk mendesak agar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada tahun 2015, untuk segera diselesaikan hingga tuntas.

Massa yang hadir datang dengan membawa kain putih bertuliskan "Segera tetapkan status tersangka 33 DPRD Muba" yang ditulis dengan cat merah.

Serta beberapa simbol tulisan bernada kekecewaan akan proses hukum kasus tersebut yang tak kunjung usai hingga kini.

"Kami ingin agar 33 tersangka OTT Muba yang tersisa untuk segera dieksekusi. Kasus ini harus segara diusut tuntas, sudah terlalu lama,"ujar Koordinator Lapangan, Geri Branfino.

Dia mengatakan demi kasus ini segera diusut, bahkan pihaknya susah melakukan aksi demo di gedung KPK Jakarta.

"Statement resmi dari KPK, bahwa berkas sudah dilimpahkan ke Kejati Sumsel. Tapi kenapa sampai sekarang tidak diselesaikan, ada apa. Permasalahannya apa, coba jelaskan. Kalau memang tidak ada berkasnya di Kejati tolong buatkan fakta integritasnya, biar semua jelas," ungkapnya.

Namun hal itu mendapat bantahan dari pihak Kejati Sumsel.

Melalui Kasipenkum Khaidirman SH yang menemui pendemo, dia mengatakan pihaknya sama sekali tidak pernah menerima berkas apapun dari KPK seperti apa yang disampaikan oleh para pendemo.

"Kasus ini ditangani oleh KPK, bukan kami. Jadi otomatis mata rantainya pasti ke KPK. Kejati memang tempat untuk mencari keadilan. Tapi untuk kasus ini bukan kami yang menanganinya, jadi pernyataannya kurang tepat,"kata dia.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved