Breaking News:

Ramadan 2019

BPOM Temukan Jajanan Mengandung Pewarna Berbahaya Ditemukan di Pusat Perbelanjaan Lubuklinggau

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispeindag) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pusat perbelanjaan

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Petugas BPOM Lubuklinggau saat melakukan pengecekan makanan Kaleng di Lippo Plaza Lubuklinggau, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispeindag) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pusat perbelanjaan Kota Lubuklinggau.

Sidak ini dilakukan untuk meninjau kualitas barang yang dijual dalam bentuk parcel.

Sebab parcel kadang dijadikan celah bagi penjual nakal untuk menjual barang dengan kualitas sudah terlewat masa berlakunya.

Hasilnya, setelah melakukan sidak di mall, tim gabungan menemukan jajanan dalam bentuk choco roll mengandung bahan pewarna berbahaya.

Jajanan tersebut langsung diamankan oleh tim gabungan.

Video Viral Sekolah Didatangi Pria Berparang, SMKN 8 Palembang Khawatir Sekolah Sepi Peminat

Kemudian langsung dilakukan uji sampel apakah makanan tersebut benar-benar mengandung zat berbahaya atau tidak.

"Kami akan melakukan pembinaan, kepada pihak penyedia sarana kita meminta agar lebih memperhatikan pangan yang mereka distribusikan," ungkap Pengawas Farmasi Makanan BPOM Lubuklinggau, Roni pada wartawan, Senin (27/5/2019).

Dalam sidak itu pihaknya tidak hanya melakukan sidak kepada parcel saja, melainkan kepada seluruh pangan yang di jual baik dalam bentuk pangan segar maupun pangan olahan.

"Semuanya akan kita lihat apakah pangan -pangan yang dijual di Kota Lubuklinggau ini layak konsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya, termasuk kemasannnya akan kita evaluasi apakah atau tidak," terangnya.

Pembagian Beras ASN, Gubernur Herman Deru : Jangan Dijual Kembali, Tak Laik Langsung Kembalikan

Roni menambahkan, dalam sidak kemungkinan tidak hanya difokuskan pada pusat perbelanjaan saja, namun bisa juga akan menyasar minimarket -minimarket lainnya sesuai instruksi pimpinan.

Sementara Kasi Pengawasan Distribusi bahan Pokok dan Penting Zon Maryono mengaku, selama ini selalu melakukan pengawasan dan pembinaan termasuk syarat-syarat pedagangannya.

"Apabila ditemukan baik tidak memiliki izin edar, izin BPOM maka akan dilakukan pembinaan dan dilakukan dengan cara pendekatan persuasif, kemudian dibuat berita acara peringatan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved