Pemilu 2019

Aliansi Caleg DPRD Demo Bawaslu Prabumulih, Beberkan Money Politik dan Caleg Dimintai Uang

Puluhan masyarakat dan aliansi calon legislatif DPRD Prabumulih, berunjuk rasa di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Prabumulih

Aliansi Caleg DPRD Demo Bawaslu Prabumulih, Beberkan Money Politik dan Caleg Dimintai Uang
Tribun Sumsel/ Edison
Puluhan pendemo dari Aliansi Caleg DPRD kota Prabumulih ketika melakukan unjuk rasa di depan gedung Bawaslu Kota Prabumulih, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Puluhan masyarakat dan aliansi calon legislatif DPRD Prabumulih, berunjuk rasa di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Prabumulih, Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 10.00.

Dengan membawa spanduk, karton dan bendera, puluhan massa Aliansi Caleg DPRD kota Prabumulih anti money politik itu dijaga ketat puluhan anggota Polres Prabumulih.

Adapun beberapa tuntutan para pengunjuk rasa antara lain meminta bawaslu mengusut tuntas indikasi money politik pada pemilihan legislatif 2019 karena tidak sesuai UU nomor 7/2017.

Meminta Bawaslu menindaklanjuti aduan dugaan money politik yang tidak diproses dan rapat dengan Gakumdu dilakukan Bawaslu ternyata tidak menunjukkan risalah pertemuan dan surat tidak ada nomor.

Tidak hanya itu, para pendemo yang telah melaporkan Bawaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bahkan meminta agar para komisioner Bawaslu Prabumulih dicopot.

Massa menilai komisioner tidak berkompeten dan tidak memproses banyaknya laporan.

Dengan berbagai masalah tersebut para pengunjuk rasa meminta agar dilakukan pemilihan suara ulang untuk Pileg di kota Prabumulih.

"Indikasi money politik sangat masif di kota Prabumulih dan sudah banyak dilaporkan ke bawaslu, saksi, bukti dan penerima ada tapi tidak diproses serta tidak ditindaklanjuti bawaslu satupun," ungkap Indarto, pendemo yang juga merupakan caleg nomor 1 Berkarya dapil 2 Cambai-Utara.

Indarto menegaskan, buat apa ada bawaslu di kota Prabumulih jika money politik dilakukan masif namun tidak ada satupun di proses.

Bahkan parahnya ada oknum anggota Bawaslu kecamatan mendatangi caleg-caleg meminta sejumlah uang.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved