Berita Mura

Minggu Depan BLUD SPAM Putus Sambungan Pelanggan Nunggak Bayar Tagihan

Murahnya harga komoditi karet ditingkat petani Kabupaten Musi Rawas (Mura) berdampak pada kemampuan masyarakat membayar tagihan

Minggu Depan BLUD SPAM Putus Sambungan Pelanggan Nunggak Bayar Tagihan
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Blud SPAM Kabupaten Mura Agus Hilman saat dibincangi Tribunsumsel.Com. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Murahnya harga komoditi karet ditingkat petani Kabupaten Musi Rawas (Mura) berdampak pada kemampuan masyarakat membayar tagihan Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM).

Dari 8.005 pelanggan BLUD SPAM Kabupaten Mura yang tersebar di 12 Kecamatan, tercatat 200 pelanggan menunggak pembayaran dari tiga bulan hingga satu tahun.

Banyaknya warga yang menunggak tersebut, membuat BLUD SPAM Kabupaten Mura akan mengambil langkah tegas memutus sambungan pelanggan rumah tangga yang menunggak.

"Mereka yang akan kita putus prioritas tunggakannya 1 tahun ke atas, paling kecil tunggakan mencapai Rp 1 juta, bahkan ada yang mencapai Rp 4 juta," ujar Kepala BLUD SPAM Kabupaten Mura, Agus Hilman, Minggu (28/4/2019).

Dampak Banjir di OKU, Warga Kepayang Bawa Jenazah ke TPU Pakai Sampan dengan Jarak 4 KM

Agus menyebutkan, dari 12 Kecamatan yang sudah teraliri pipa BLUD SPAM.

Paling banyak pelanggan menunggak di Kecamatan Muara Beliti, dan rata-rata didominasi pelanggan rumah tangga.

"Penyebabnya banyak pertama karena alasan ekonomi karet murah, kedua tidak dapat air, ketiga alasan mereka tidak sempat setor ke kantor, BLUD SPAM," terangnya.

Agus mengatakan, rencana pemutusan awalnya akan dimulai pada awal April lalu.
Namun karena banyaknya kesibukan terpaksa pemutusan di undur dan akan di mulai Minggu depan.

"Dari Januari-April sudah 10 pelanggan diputus," ungkapnya.

Polres Lahat Tembak Pencuri Hewan Ternak, 2 Orang Masih Buron

Ia menambahkan, dalam pemutusan sambungan ini BLUD SPAM berencana melibatkan aparat penegak hukum (APH) guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Awalnya akan kita lakukan dengan cara persuasif mengimbau kepada pelanggan, kalau mau membayar akan kita terima, jika tidak baru pemutusan," ujar Agus.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved