Kisah Asmara Bung Karno dan Kartini Manoppo, Berawal dari Sebuah Lukisan Hingga Melahirkan di Jerman
Presiden pertama Indonesia yang dikenal juga memiliki darah seni yang tinggi tentunya tak ingin melewatkan pameran tersebut.Tiba di depan salah satu
TRIBUNSUMSEL.COM -- Suatu hari di tahun 1959, pelukis Basuki Abdullah mengadakan sebuah pameran lukisan.
Presiden pertama Indonesia yang dikenal juga memiliki darah seni yang tinggi tentunya tak ingin melewatkan pameran tersebut.
Tiba di depan salah satu lukisan yang dipamerkan, Soekarno terpana.
Dia terkagum-kagum atas kecantikan wanita yang ada di lukisan tersebut.
Soekarno mengaku langsung jatuh cinta.
Dia lalu bertanya kepada Basuki, siapakan sosok wanita di lukisan tersebut.
Basuki pun menjawab bahwa model yang dilukisnya adalah salah satu pramugari Garuda Indonesia.
Bung Karno lantas meminta nama dan alamatnya.
Wanita cantik tersebut bernama Kartini Manoppo, putri keluarga bangsawan di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Sebagai presiden, mudah saja bagi Soekarno untuk mengatur pertemuan dengan seorang pramugari.
KAGET SAMPAI GEMETAR
Pada suatu hari, seperti termaktub dalam buku Bung Karno! Perginya Seorang Kekasih, Suamiku, & Kebanggaanku, Kartini diminta untuk ikut penerbangan ke Surabaya.
Beberapa jam sebelum take off, seorang pejabat tinggi bertanya, “Siapa yang bernama Kartini Manoppo?” Kemudian Kartini diajak menghadap Bung Karno.
Kartini gemetar dan gugup. Salah apa dirinya kok sampai harus dihadapkan ke presiden.
Kartini semakin terkejut ketika mendengar kalimat yang diucapkan Bung Karno saat berhadap-hadapan dengannya.