Hasil Inisiasi Gubernur Herman Deru, Rusun 24 Ilir Palembang Dicat Kini Mulai Kinclong
-Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Nasrun Umar memantau langsung proses pengecatan rumah susun (Rusun) 24 Ilir di Jalan Brigjen HM.Dhani Efendi
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Nasrun Umar memantau langsung proses pengecatan rumah susun (Rusun) 24 Ilir di Jalan Brigjen HM.Dhani Efendi (Radial), Rabu (10/4/2019).
Kegiatan ini menindaklanjuti inisasi Gubernur Sumsel Herman Deru.
Nasrun Umar mengatakan, keberadaan rusun di tengah kota dengan kondisi cat yang sudah tidak layak menjadi perhatian Gubernur Sumsel Herman Deru.
Karena itu atas inisiasinya pula pengecatan rusun ini dilakukan agar bangunan rusun lebih terlihat rapi dan indah.
"Saya ditugaskan Gubernur untuk menyelesaikan pengecatan fasad Rusun dan ini atas inisasi beliau untuk membuat kota ini jadi lebih indah."
"Memang kalau tidak dicat Rusun ini kumuh sekali contohnya di seberang sana. Mungkin ide beliau ini karena Ia melihat di beberapa tempat yang dikunjunginya," jelas Nasrun.
• Febrita Herman Deru : Perempuan Punya Kesempatan Sama tetapi Jangan Lupa Kodratnya
• Hadiri Wisuda Ponpes An-Nur, Herman Deru Ajak Santri Gemar Mengaji
Meski bertahap Ia meyakini pengecatan ini akan menghasilkan pemandangan yang menarik di sekitar lokasi.
Buktinya baru satu fasad di Blok 54 yang dicat, Rusun mulai kelihatan kinclong dan rapi.
Dikatakan Sekda, pengecatan ini dilaksanakan oleh PU Perkim yang juga berkoordinasi dengan Balai Perkim.
Dalam proses pengecatan diakuinya tim pekerja cukup menemui kesulitan dalam pemasangan stigger sehingga pengecatan agak lambat.
"Memang ini jadi dinamika sendiri tapi ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya oleh teman-teman dari PU Perkim."
"Harapan kita kedepan dengan adanya ide seperti ini akan menular ke kondisi-kondisi gedung yang lain. Kalau kita lihat memang bangunan ini perlu sentuhan dan inisiasi kepala daerah," tambahnya.
Sementara itu Kepala Dinas PU Perkim Sumswl Basyaruddin Akhmad mengatakan untuk pengecatan ini pihaknya menggunakan anggaran dari bantuan CSR perusahaan. Karena itu pengecatan dilakukan bertahap.
"Anggaran kami coba melalui CSR tapi tahu sendiri CSR itukan berproses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kami coba satu tahap satu blok diharapkan."
"Kami harapkan ini jadi motivasi temen-temen baik BUMN atau swasta untuk memberi bantuan. Sehingga kedepan rusun ini jadi good looking," jelasnya.