Sudah 3 Investor Berminat Investasi di Sriwijaya FC, Bukan Hanya Gede Widiade Bekas Direktur Persija
Ternyata Gede Widiade bukan nama tunggal yang berminat investasi untuk Sriwijaya FC.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ternyata Gede Widiade bukan nama tunggal yang berminat investasi untuk Sriwijaya FC.
Menurut Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid ada 3 nama calon investor yang berminat untuk bergabung bersama SFC.
“Ada 2-3 yang menyatakan berminat,” kata Faisal di Sekretariat SFC komplek PS Mall Palembang, Kamis (14/3/2019).
Faisal melanjutkan bahwa investor yang menyatakan ketertarikan akan dipertimbangkan oleh Direktur Utama PT SOM, Asfan Fikri Sanaf yang juga atas arahan dari Gubernur Sumsel H Herman Deru.
“Calon investor dari perusahaan swasta. Tapi semua keputusan ada di beliau-beliau ini yang akan memutuskan semuanya,” jelasnya.
Faisal menjelaskan meskipun SFC diminati oleh beberapa investor namun dengan tegas sesuai dengan arahan Gubernur Sumsel H Herman Deru bahwa nama kebesaran Sriwijaya FC tak boleh diganti, termasuk homebase yang tidak boleh keluar dari Sumsel.
“Jadi nama dan homebase tetap meskipun nanti deal dengan investor,” ujarnya.
Faisal menerangkan bahwa beberapa hari lalu bertemu dengan calon investor Gede Widiade yang merupakan mantan Dirut Persija Jakarta. Dalam pertemuan tersebut dihadiri Gubernur Sumsel dan Dirut PT SOM.
“Kemarin baru perkenalan dan kemungkinan akan bekerjasama untuk membesarkan Sriwijaya FC,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan kedatangan calon investor Sriwijaya FC Gede Widiade, Selasa (12/3) di ruang pertemuan VIP Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Presiden Sriwijaya FC, Asfan Fikri Sanaf mengatakan bahwa belum ada keputusan yang diambil antara PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) dengan mantan Direktur Persija Jakarta itu.
“Belum ada keputusan, belum ada ikatan,” kata Asfan, Rabu (13/3/2019).
Asfan menjelaskan bahwa pertemuannya bersama Gede Widiade serta Gubernur Sumsel H Herman Deru itu baru sebatas kenalan sehingga belum ada keputusan yang diambil.
“Kan saya orang baru, baru kenal-kenalan, beliau juga tanya informasi baru. Nanti ketemu lagi mungkin ada keputusan,” terangnya.