Berita Sriwijaya FC
Profil Lengkap Gede Widiade, eks Bos Persija yang Dikabarkan Menjadi Investor Bagi Sriwijaya FC
Profil Lengkap Gede Widiade, Pengusaha yang Dikabarkan Bakal Menjadi Investor Bagi Sriwijaya FC
Penulis: Slamet Teguh Rahayu |
TRIBUNSUMSEL.COM - Mantan Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade dikabarkan semakin dekat untuk menjadi investor bagi Sriwijaya FC.
Hal itu tak lepas, dari adanya pertemuan antara Presiden Sriwijaya FC, Asfan Fikri Sanaf bersama Gede Widiade.
Meski begitu, Asfan Fikri Sanaf menyebut belum ada keputusan yang diambil antara PT Sriwijaya Optimis Madiri (SOM) dengan Gede Widiade.
Ditengah keterpurukan Sriwijaya FC pasca terdegradasi ke liga 2.
Sosol Gede Widiade tentu menjadi angin segar bagi para pengurus dan pecinta Sriwijaya FC.
Bagaimana tidak, Gede Widiade ini bukan orang baru didunia sepakbola.
• Asfan Siapkan Dana Rp 1 Miliar Pembayaran Uang Muka Pembelian Pemain dan Pelatih Sriwijaya FC
• Senin Depan Asfan Fikri Sanaf Umumkan Komposisi Pemain dan Pelatih Sriwijaya FC, Ini Bocorannya
• Asfan Fikri Sanaf Siap Umumkan Pemain dan Pelatih Sriwijaya FC Senin Depan
Gede Widiade adalah salah satu tokoh sepak bola Tanah Air yang sudah menangani beberapa nama klub besar.
Sebelum menjadi Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade tercatat telah menjadi manajer klub Liga 1 Surabaya United yang kini bernama Bhayangkara FC.
Kiprah di dunia sepak bola Gede Widiade memang banyak berkaitan dengan klub asal Surabaya Persebaya.
Hal itu tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai warga yang lahir dan besar di Surabaya meski berdarah Bali.
Bersama Persebaya, Gede Widiade tercatat pernah jadi manajer Persebaya junior pada 2003.
Pengusaha ini juga sempat dua periode menjadi CEO Persebaya 1927, musim kompetisi IPL 2011-2012 dan 2012-2013 sebelum akhirnya juga memimpin Persebaya 'Bayangan' yang dulu dikenal dengan sebutan Persebaya Divisi Utama yang akhirnya kini menjelma jadi klub Bhayangkara FC.
Di kancah Timnas Indonesia, Gede Widiade pernah ditunjuk BTN dan PSSI menjadi manajer Timnas U-23 di tahun 2015.
Kala itu Timnas Indonesia U-23, disiapkan untuk Kualifikasi AFC Cup U-23 akhir Maret ini di Jakarta dan SEA Games, Juni mendatang di Singapura.
Sebelumnya, Presiden Sriwijaya FC, Asfan Fikri Sanaf mengatakan bahwa belum ada keputusan yang diambil antara PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) dengan mantan Direktur Persija Jakarta Gede Widiade.
Sebelumnya, Gede Widiade, bertemu dengan jajaran PT SOM di ruang pertemuan VIP Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Selasa (12/3).
“Belum ada keputusan, belum ada ikatan,” kata Asfan, Rabu (13/3/2019).
Asfan menjelaskan bahwa pertemuannya bersama Gede Widiade serta Gubernur Sumsel H Herman Deru itu baru sebatas kenalan sehingga belum ada keputusan yang diambil.
“Kan saya orang baru, baru kenal-kenalan, beliau juga tanya informasi baru. Nanti ketemu lagi mungkin ada keputusan,” terangnya.
Meski begitu Asfan menyambut baik dengan kedatangan Gede Widiade. Apalagi Gede dan SFC berniat untuk bekerjasama.
“Posisinya dia berminat, kita berminat juga, kalau cocok insya Allah,” ungkapnya.
Tak dipungkiri bahwa Sriwijaya FC butuh banyak investor.
Namun sejauh ini baru ada nama Gede Widiade yang berminat untuk bergabung bersama SFC.
“Itulah (Gede Widiade) sementara ini, baru satu ini ada pembicaraan (terkait investor,” ucapnya.
Sebelumnya dalam rilis Humas Pemprov Sumsel, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menerima audensi Gede Widiade salah satu calon investor yang berminat menanamkan modalnya untuk club Sriwijaya FC.
Dalam audensi yang digelar secara singkat diruangan tunggu VIP Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Palembang, Selasa (12/3) tersebut, Gubernur didampingi Presiden SFC Asfan Fikri Sanaf.
• Makin Banyak Mantan Pemain Ingin Perkuat Sriwijaya FC, Giliran Alan Martha-Anis Nabar Melamar
• Syakir Sulaiman Berhasrat Kembali ke Sriwijaya FC, Tak Apa Main di Liga 2
• Simon Elissetche Correa Berminat Jadi Pelatih Sriwijaya FC, Ada Juga Vincenzo Alberto Annese
Gubernur dikesempatan ini kembali mengulas secara singkat sejarah emas SFC yang pernah menorehkan prestasi double winner.
Namun seiring perjalanan waktu pada musim kompetisi liga 1 beberapa waktu lalu.
Klub kebanggan wong kito ini harus turun kelas bermain di liga 2.
Kondisi ini menurut Herman Deru sangat disayangkan para pecinta bola di Sumsel terutama dikalangan suporter SFC.
“Misi saya tidak lain ingin menyelamatkan klub SFC ini. Dan jelas dari awal kepada media juga saya katakan. Keluarga saya tidak boleh terlibat dalam kepengurusan SFC. Saya ingin club ini dikelola dengan profesional. Saya pelaku politik lokal yang tidak ingin club sepak bola profesional ini jadi tungganan politik,” tegas Herman Deru.
Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, pada perinsifnya SFC siap bekerjasama dengan siapapun namun dengan dua syarat yakni home base tetap di Sumatera Selatan serta nama tetap menggunakan Siwijaya.
“Dari awal saya katakan, SFC tidak boleh menjadi beban bagi pemerintah daerah. SFC siap kerjasama dengan siapa saja. Namun syaratnya jelas home base jangan pindah dari Sumatera Selatan. Dan nama Sriwijaya jagan di ganti. Kalau home base dipindahkan ke luar Sumsel. Nanti Saya di marah masyarakat,” imbuhnya.
Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengakui mengelola club bola profesional tidak gampang.
Berbeda dengan menanam padi yang panennya sudah jelas tiga bulan panen. Atau menanam karet, lima tahun bisa panen.
Tapi untuk mengurus club bola lanjut dia dibutuhkan waktu yang lama dan tidak tau sampai kapan waktu yang dibutuhkan untuk bisa menjadi club yang nama, berprestasi ditingkat nasional dan internasional.
“Saya berharap ada tindak lanjut dari pertemuan ini. Masalah komposisi saham silahkan bicarakan dengan pak Asfan selaku Prsiden SFC,” imbuhnya.
Sementara itu Gede Widiade yang pernah mengelola Bhayangkara FC dan Persija Jakarta ini mengakui keberadaan SFC memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, karena telah memiliki embrio serta fasilitas dan nama besar.
“Sriwijaya FC embrionya sudah ada. Pasilitas sudah tersedia, nama besar sudah ada. SFC memiliki Suporter yang besar. Club ini dapat menjadi alat menyatukan rakyat. Dan yang lebih penting selain alat pemersatu. Club tidak boleh menggerogoti keuangan pemerintah. Dan ini juga yang pernah kami terapkan di Bhayangkara FC,” tambahnya.
Gede Widiade sangat menyayangkan SFC terdegradasi ke liga 2.
Dan dia berharap bisa bekerjasama dengan manajemen SFC memperbaiki keadaan tersebut.
“Kerjasama ini akan kita jajaki. Hanya saja tidak mungkin kita membeli saham seluruhnya. Karena saya juga masih menanggani klub profesional lainnya di Indonesia,” tandasnya.