Driver Ojek Online Tertipu Online Shop Aba-abal, Padahal Ingin Sekali Beli Kamera

Ibnu Ibrahim (20) seorang driver ojek online tertipu online shop aba-abal

Driver Ojek Online Tertipu Online Shop Aba-abal, Padahal Ingin Sekali Beli Kamera
LUSI/TRIBUNSUMSEL.COM
Ibnu saat menjelaskan penipuan yang dialamimya kamis (7/3/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meskipun sudah banyak menelan korban, namun penipuan online shop masih banyak terjadi.

Seperti yang dialami Ibnu Ibrahim (20) warga Dusun II Kelurahan Santapan Timur Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir.

Ibnu yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online ini harus kehilangan uang senilai Rp 1,3 juta usai menjadi korban penipuan di situs online.

Dengan masih menggunakan jaket ojek online, Ibnu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat pengaduan kamis (7/3).

Kepada petugas piket Ibnu mengatakan kejadian bermula saat ia membuka situs belanja online OLX kemudian korban Ibnu tertarik untuk membeli kamera canon 1300 D.

Ibnu kemudian menghubungi penjual kamera dan mulai berkomunikasi dengan terlapor via whatsapp di nomor 081361217304.

" Saya chat, terus saya tanya-tanya mengenai kamera itu sampai akhirnya sepakat dengan harga yakni Rp 1,3 juta dan saya pesan kameranya," ujarnya.

Pada Senin tanggal (4/3) Ibnu kemudian melakukan transaksi kepada terlapor pada atm BRI norek 0364752990 atas nama Ibu Wiwi.

" Kemudian saya kirim ke dia bukti transferan itu. Terus dia janji besoknya akan mengirim pesanan saya itu," bebernya.

Namun hingga waktu yang telah dijanjikan, kamera yang dipesan Ibnu tidak kunjung dikirim.

Ia pun berinisiatif menghubungi terlapor untuk menanyakan keberadaan kamera yang telah dipesannya.

"Pas saya coba untuk menghubungi dia lagi ternyata nomor saya di blokir dan sudah tidak bisa menghubungi lagi," jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, membenarkan adanya laporan korban tentang penipuan.

"Laporan sudah kita terima, dan sekarang sedang dilakukan penyelidikan, pelaku jika terbukti bersalah akan dijerat tindak pidana pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan," urainya.

Ibnu saat menjelaskan penipuan yang dialamimya kamis (7/3/2019)

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved